Portalika.com [SOLO] -Di era digital yang semakin berkembang, mahasiswa memiliki banyak peluang untuk menggali potensi karir di luar batas program studi mereka. Salah satu program yang memberikan kesempatan tersebut adalah Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mengintegrasikan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).
MSIB, kali pertama dilaksanakan pada tahun 2021. Program itu, menurut Rizka Azimatul Oktaviana, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta, membuka pintu bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill dan hard skill di luar ranah program studi.
Program ini terdiri dari dua kegiatan utama, magang dan studi independen. Magang memberikan pengalaman langsung dalam dunia kerja, sementara studi independen memungkinkan mahasiswa mempelajari hal-hal baru di luar kurikulum mereka.
Baca juga: Magang Kerja, Mahasiswa Mampu Merajut Keterampilan Akademis Dengan Tuntutan Dunia Kerja
Rizka mengatakan, Kampus Merdeka 2023, yang merupakan bagian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), memungkinkan mahasiswa berinteraksi langsung dengan dunia kerja profesional selama satu hingga tiga semester. Diluncurkan pada akhir Januari 2020, program ini kini telah mencapai angkatan ke-6 pada tahun 2024, dengan pendaftaran terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi akademik dan vokasi.
Pada tahun 2023, ujarnya, lebih dari 134.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terlibat dalam 8 program MBKM, termasuk magang bersertifikat, pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri, kampus mengajar, dan program kewirausahaan. Kontribusi besar perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif di era revolusi industri 4.0 menjadi fokus utama.
Kebijakan Merdeka Belajar ini mendapat dukungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak luar serta perlunya inovasi dan adaptabilitas dalam pendidikan tinggi.
Dalam rangka mendukung mahasiswa mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja, Metrodata Academy hadir sebagai wadah yang memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan di dunia professional. Metrodata Academy menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin menggali dan mengembangkan potensi dalam berbagai aspek, baik itu soft skill maupun hard skill yang relevan dengan tuntutan pasar kerja.
Metrodata Academy juga memberikan akses kepada mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan magang dan studi independen bersertifikat (MSIB). Magang memungkinkan mereka mendapatkan pengalaman praktis langsung di dunia kerja, sementara studi independen memberikan ruang bagi pemahaman mendalam terhadap hal-hal baru di luar lingkup kurikulum utama.
Program ini menciptakan lingkungan dimana mahasiswa dapat melibatkan diri dalam tantangan dunia kerja sehari-hari, membangun jaringan profesional, dan meningkatkan kompetensi yang diperlukan di masa depan. Melalui kerjasama dengan Metrodata Academy, mahasiswa dapat merasakan atmosfer dunia kerja yang sesungguhnya dan menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan di era revolusi industri 4.0.
“Dengan berinteraksi bersama profesional dari berbagai latar belakang, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan mereka dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman masyarakat dan lingkungan kerja,” katanya.
Dengan memberikan wadah bagi pengembangan potensi, program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan tinggi dan industri, menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten tetapi juga siap berinovasi dalam menghadapi perubahan yang tak terelakkan di masa depan.
Mendapat pengalaman magang dari Kampus Merdeka di Metrodata Academy adalah suatu kesempatan emas bagi penulis. Dia mengaku mendapat banyak pengalaman dan ilmu di tempat kerja, karena tidak semua ilmu dalam perkuliahan diterapkan di tempat kerja. (Heris/*)












Komentar