10/7, 17.30] H Joko Santoso KR Wonogiri: Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat membuka Permata CAI di Bumi Perkemahan Samaharjo, Jumat, 10 Juli 2026. (Portalika.com/Santoso)
Portalika.com [WONOGIRI[ – Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno mengaku prihatin kasus judol (judi online) di daerahnya. Di Jawa Tengah, kasus judol di kabupaten ini menempati ranking ke sepuluh terbesar karena omzetnya rata-rata bisa mencapai Rp128 miliar per tahun.
Ormas Islam khususnya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) diajak ikut menekan angka perjudian yang lagi marak tersebut.
Pernyataan itu dikemukakan Bupati Wonogiri di depan 250 pemuda peserta Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) Ke 47/2026 di Bumi Perkemahan Samaharjo, Desa Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, Jumat, 10 Jumat 2026.
Menurut dia, kemajuan teknologi informasi bisa membawa efek positif, namun juga berdampak negatif. Oleh karena itu, pemuda LDII harus bisa menggunakan fasilitas ilmu pengetahuan dan teknologi itu dengan sebaik-baiknya.
“Manfaatkan transformasi teknologi informasi sebaik-baiknya,” pesan Bupati Setyo yang hadir di event ini bersama Wabup Wonogiri, Imron Riskyarno SH dan sejumlah anggota DPRD, anggota Forkopincam dan Kades/Lurah se-Kecamatan Jatipurno.
Bupati berpendapat, kegiatan Camping Permata CAI membantu pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 karena memuat materi pembangunan karakter, mendorong untuk lebih mencintai alam Indonesia serta meningkatkan Imtaq dan Iptek.

Ketua DPD LDII Wonogiri, Sutoyo mengungkapkan, ada sekitar 800 peserta Permata CAI yang gelar di enam titik selama musim liburan akhir tahun. Enam lokasi itu mencakup Kecamatan Eromoko, Pracimantoro, Wuryantoro, Baturetno dan sekitarnya diikuti sekitar 200 peserta.
Sektor Purwantoro yang mencakup Kecamatan Purwantoro, Kismantoro, Puhpelem, Slogohimo dan sekitarnya diikuti sekitar 200 peserta.
Sektor Kota yang mencakup Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Sidoharjo dan sekitarnya diikuti sekitar 200 peserta.
Permata CAI itu digelar untuk untuk mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, religius dan profesional menuju Indonesia Emas 2026.
Para peserta dibekali materi untuk meningkatkan iman taqwa dan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, mereka diharapkan menularkan ilmu yang didapat kepada pemuda lain, kemudian bersinergi dengan masyarakat atau Ormas lain untuk saling menguatkan dan saling mengingatkan.
“Selain mendapat pembekalan materi tentang agama dan ilmu pengetahuan teknologi terkini, di ajang ini kita melatih kemandirian dengan banyaknya usaha UMKM yang dimotori kalangan pemuda LDII ikut berpartisipasi meramaikan acara perkemahan, ” kata dia. (Santoso/*)
Editor: Suryono












Komentar