Ciptakan Generasi Tangguh di Era Digital: SMK Muhammadiyah 3 Nogosari Bangun Karakter Lewat Seminar Inspiratif

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Di tengah derasnya distraksi era digital, SMK Muhammadiyah 3 Nogosari, Kabupaten Boyolali memilih untuk tidak tinggal diam. Kamis, 11 Desember 2025, sekolah ini mengumpulkan ratusan siswanya dalam sebuah seminar pendidikan karakter sebuah langkah yang terasa lebih mendesak dari sebelumnya.

Kepala sekolah, Hidayati Rina Setiawati, mengajak dan mengingatkan bahwa membangun karakter bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendesak bagi generasi muda yang hidup dalam dunia serba cepat dan serba mudah terpengaruh.

banner 300x250

“Anak-anak harus punya prinsip. Harus kuat. Kalau tidak, mereka akan mudah terseret arus entah itu pergaulan bebas, narkoba, atau tekanan lingkungan digital yang tanpa batas,” ujarnya.

Suasana berubah lebih hidup ketika narasumber Jeng Wulan, naik panggung. Dengan gaya bicara yang akrab dan penuh energi, Jeng Wulan langsung mencuri perhatian ratusan pasang mata yang duduk di depannya.

Materi yang dibawakan bukan sekadar teori. Ia bicara tentang realitas: kenakalan remaja, seks bebas, narkoba, balap liar, isu yang kerap terdengar, tetapi jarang dibahas secara terbuka di ruang sekolah.

“Saya turun langsung ke lapangan karena saya peduli. Anak-anak harus tahu bahwa pilihan hidup mereka hari ini menentukan masa depan mereka. Perilaku menyimpang bisa merobohkan agama, merusak diri, dan melemahkan bangsa,” kata Jeng Wulan dengan nada yang tegas namun hangat.

Para siswa terlihat fokus, beberapa mengangguk, sebagian lain mencatat. Energinya terasa berbeda bukan seminar yang hanya lewat begitu saja, tetapi momen yang mengajak mereka menengok diri sendiri.

Hidayati menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjadikan siswa sebagai pribadi yang mampu berdiri tegak di tengah gempuran global.

“Kami ingin mereka menjadi anak-anak yang tangguh, berkarakter, dan mampu mengelola dirinya. Dunia luar itu keras, dan mereka harus siap bersaing tanpa kehilangan arah,” tambahnya.

Seminar ini kemudian ditutup dengan sesi interaktif yang membuat suasana lebih cair. Siswa bebas bertanya, berdiskusi, bahkan mengungkapkan keresahan mereka tentang dinamika pergaulan dan dunia digital.

Satu hal yang jelas SMK Muhammadiyah 3 Nogosari tidak hanya mengajar mata pelajaran. Mereka membekali siswanya untuk menjadi manusia yang kuat bukan hanya pintar, tetapi juga bijaksana. (Naharudin)

Komentar