Unik dan Kreatif, Rumah Berbentuk Bus Dibangun di Jatipurno Wonogiri

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI]— Sebuah rumah berdesain tak biasa menarik perhatian masyarakat di kawasan Tandan, Kopen RT 02 RW 07, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hunian tersebut dibangun menyerupai bodi bus, lengkap dengan detail eksterior dan interior yang dibuat semirip mungkin dengan kendaraan aslinya.

Pemilik rumah, Supardi, 43, mengungkapkan ide pembangunan hunian unik ini berawal dari keinginannya untuk memiliki rumah yang berbeda dari kebanyakan masyarakat pada umumnya. Bersama istrinya, Wisna Mulyani, dan dua anak mereka, Supardi merealisasikan konsep tersebut secara bertahap.

banner 300x250

Sehari-hari, Supardi bekerja sebagai kontraktor proyek yang melayani jasa perencanaan gambar, penyusunan RAB, hingga pelaksanaan pembangunan. Ia pernah merantau dan bekerja di Jakarta, sehingga cukup akrab dengan transportasi bus yang sering digunakannya.

“Karena sering naik bus saat ke Jakarta, saya jadi terinspirasi membuat rumah dengan bentuk seperti itu,” ujarnya.

Menariknya, Supardi tidak hanya membangun satu, tetapi dua bangunan berbentuk bus. Bangunan utama Bus double decker (bus tingkat) berukuran 3 x 13 meter dengan tinggi sekitar 5 meter diberi kode BG 02, yang melambangkan RT 02.

Sementara bangunan kedua berukuran bus sedang 2,5 x 8 meter diberi kode BG 07 sebagai simbol RW 07. Kode “BG” sendiri merupakan singkatan dari “Bagong”, nama panggilan Supardi di lingkungan setempat. Bahkan, nomor kendaraan B 490 NG juga dibuat sebagai representasi identitas tersebut.

Pembangunan rumah unik berbentuk bus di Jatipurno ini dimulai pada awal Februari 2026, menjelang bulan Ramadan, dan hingga kini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

Namun, proses pengerjaan untuk sementara terhenti akibat keterbatasan dana, setelah total beaya yang telah dikeluarkan diperkirakan mencapai Rp125 juta. Seluruh konsep, desain, hingga perencanaan pembangunan dirancang secara mandiri oleh pemiliknya, Supardi.

Dalam prosesnya, ia mengaku tidak menemui kendala berarti, kecuali pada bagian pintu yang dirancang menyerupai pintu bus otomatis.

“Yang cukup menantang itu pintunya, karena ingin dibuat seperti pintu bus yang bisa terbuka dan tertutup dengan tombol,” jelasnya.

Keunikan rumah ini tidak hanya terlihat dari bentuk luar, tetapi juga bagian dalamnya. Rencana interior dirancang menyerupai kabin bus, lengkap dengan setir, kursi pengemudi, serta plafon khas kendaraan tersebut.

Meski demikian, tata ruang tetap disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, bahkan sebagian area direncanakan sebagai tempat berkumpul warga, mengingat Supardi juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT).

Keberadaan rumah ini kini mulai viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang. Warga sekitar yang awalnya sempat skeptis, kini justru memberikan dukungan penuh.

“Sekarang banyak yang senang, bahkan mendukung karena jadi sesuatu yang unik di desa,” ungkap Supardi.

Rumah ini juga terbuka untuk umum dan berpotensi menjadi destinasi wisata lokal maupun spot foto bagi para pengunjung dan konten kreator. Supardi berharap karyanya bisa menjadi ikon baru bagi wilayah Jatipurno, bahkan Kabupaten Wonogiri secara umum.

“Saya ingin ini jadi sesuatu yang bermanfaat, bisa menarik orang datang dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” katanya.

Ke depan, Supardi berencana menyelesaikan pembangunan hingga menyerupai bus secara sempurna. Ia juga berharap bisa mendapatkan izin resmi dari pihak perusahaan bus atas penggunaan desain tersebut. Jika tidak, ia siap beralih ke konsep bus lain.

Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, SKom, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan warganya. “Saya sangat mengapresiasi kreativitas masyarakat. Inovasi seperti ini mampu menarik perhatian publik dan meningkatkan antusiasme masyarakat. Yang terpenting adalah aspek keamanan bangunan tetap diperhatikan,” ujarnya.

Keberadaan rumah berbentuk bus ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat dapat melahirkan sesuatu yang unik, sekaligus berpotensi memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. (Tarmin)

Komentar