Dari Sarasehan Dewan Profesor UNS Muncul Peran Akademisi Perempuan Penting

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Dewan Profesor (Deprof) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menilai ada peran penting dari akademisi perempuan menuju Indonesia emas 2045. Identitas akademisi perempuan telah memberikan berbagai dukungan dalam ketahanan sosial budaya.

Hal tersebut disampaikan dalam acara sarasehan yang mengangkat topik Peran Akademisi Perempuan dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.

banner 300x250

Sarasehan oleh Komisi III Dewan Profesor UNS ini berlangsung secara luring di Ballroom UNS Inn, Senin, 15 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan konsep dan kebijakan Indonesia emas 2024 dan implikasinya pada peran serta kontribusi akademisi perempuan dalam mewujudkannya.

Baca juga: Wow Eloknan, UNS Tahun 2023 Panen Profesor

Terdapat tantangan, potensi dan dinamika transformasi akademisi perempuan yang perlu digali lebih dalam. Luaran kegiatan yang dihasilkan nantinya akan berupa book chapter.

Ketua Dewan Profesor UNS, Prof Drs Suranto Tjiptowibisono, MSc, PhD mengatakan, peran perempuan sangat dibutuhkan dalam menghadirkan generasi Indonesia yang berkualitas. Hal tersebut sangat penting menjelang bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia.

Menurutnya, peran perempuan tercermin dalam lingkup keluarga. Kualitas keluarga ditentukan salah satunya oleh peran perempuan atau ibu.

Portalika.com/Yuni

“Ketika perempuan-perempuan hebat mewarnai penduduk Indonesia, maka kita optimis memiliki penduduk yang berkualitas,” ujar Prof Suranto.

Dia berharap kegiatan sarasehan dengan narasumber hebat akan memberikan inspirasi dalam perjalanan Indonesia menuju tahun keemasan. Tahun tersebut menjadi waktu dimana Indonesia dihuni oleh warga negara yang berkomitmen dalam kesetaraan.

Cita-cita ini sangat mungkin terwujud mengingat Indonesia bahkan pernah memiliki seorang pemimpin perempuan.

Sedangka Plt Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Dr.air Ahmad Yunus, MS menuturkan akademisi perempuan di UNS memiliki proporsi yang lebih banyak dibanding pria. Karena hal tersebut, dia menilai peran akademisi perempuan akan banyak mengambil alih posisi-posisi dalam pengembangan sains dan teknologi serta peningkatan kesejahteraan ekonomi di masyarakat.

“Tren proporsi UNS hampir di semua program studi, mahasiswa perempuan lebih banyak dari mahasiswa laki-laki,” ujar Prof Yunus.

Portalika.com/Yuni

Dua narasumber dihadirkan dalam Sarasehan Dewan Profesor. Mereka adalah Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Prof Dr Nunuk Suryani, MPd serta Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS, Prof Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, MSi. Diskusi membahas topik akademisi perempuan dimoderatori Prof Dra Diah Kristina, MA, PhD.

Ismi dalam paparannya menyampaikan potensi yang dimiliki oleh akademisi perempuan. Hal tersebut terlihat dari isu inklusi sosial yang lebih diperhatikan oleh perempuan. Akademisi perempuan juga terlibat dalam pendidikan dan kesadaran kritis seperti dalam isu gender.

Potensi lainnya terlihat pada peran mentorship dan dukungan oleh akademisi perempuan pada korban diskriminasi. Para akademi perempuan turut membangun kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai keilmuan.

“Perempuan sebagai akademisi memiliki potensi untuk melakukan penelitian dan pengembangan kebijakan,” tutur Prof Ismi.

Pemaparan para narasumber diikuti oleh diskusi dalam sesi tanya jawab. Beberapa guru besar memantik pertanyaan yang menyentuh esensi pembahasan mengenai peran akademisi perempuan. Sarasehan Dewan Profesor UNS kemudian ditutup dengan kesimpulan diskusi yang dirangkum oleh Prof Diah selaku moderator. (Triantotus)

Komentar