Portalika.com [WONOGIRI] – Dua reog dan ibu-ibu menggendong tenggok mengiringi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri, H Tarso dan Teguh atau Tangguh mendaftar ke KPU Wonogiri, Rabu, 28 Agustus 2024. Selain itu, para pimpinan parpol koalisi Perubahan Untuk Maju (Puma) juga mendampingi paslon.
Paslon bersama ratusan pendukung berjalan kaki dari Kantor DPD Partai Golkar (PG) Wonogiri atau berjarak sekitar satu kilometer. Selama perjalanan pendukung meneriakkan yel yel Tangguh menang, Wonogiri ingin perubahan.
Sekitar jam 10.36 WIB, paslon Tangguh tiba di Kantor KPU Wonogiri disambut musik kebo giro dan pengalungan selempang kain. Sebelum berjalan kaki, dilakukan deklarasi Puma oleh Ketua DPD PG Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji.
Baca juga: 17 Parpol Di Wonogiri Deklarasikan Koalisi PUMA Untuk Pilkada
Isi deklarasi menegaskan parpol koalisi akan bersama-sama memenangkan paslon Tangguh untuk perubahan Wonogiri yang lebih maju. Bacabup Wonogiri, H Tarso seusai menyelesaikan administrasi pendaftaran, menyatakan dirinya maju di Pilkada Wonogiri untuk meneruskan perjuangan menyejahterakan rakyat.
“Banyak dorongan kepada saya dan langkah maju di Pilkada ini melanjutkan perjuangan mengabdi ke rakyat. Setelah menjadi Ketua BPD Geneng, Bulukerto, menjadi Kades Geneng dan anggota DPRD Wonogiri tiga periode,” ujarnya.

Tarso mengatakan dirinya ingin memajukan Wonogiri lebih baik lagi, merata dan berkeadilan. Menurutnya, Wonogiri menjadi kabupaten luar biasa karena luas dengan 25 kecamatan dan 294 desa/kelurahan.
“Infrastruktur selama ini baik tetapi belum merata dan belum ada keadilan. Yang baik dilanjutkan dan kurang kami lengkapi, yakni keadilan dan pemerataan,” tandasnya.
Lebih lanjut Tarso mengatakan pihaknya akan merangkul semua lapisan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, persilatan, tokoh seni, budaya untuk memenangkan Pilkada 27 November 2024.
Sedangkan Bacawabup Wonogiri, Teguh menambahkan perubahan yang dibawa mendasarkan pada pandangan dari luar Wonogiri. “Coba ke Madiun, Sukoharjo, karanganyar dan wilayah Subosukawonosraten maka Wonogiri masih rendah disbanding daerah tersebut. Itulah yang ingin kami rubah, seperti nilai UMK berada di nomer urut 28 dari 35 kabupaten/kota di Jateng, stunting, kemiskinan masih tinggi.” (Triantotus)












Komentar