Portalika.com [Trenggalek] – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur sudah melakukan persiapan menyambut datangnya libur Natal dan tahun baru (Nataru).
Libur tahun baru diprediksi akan jatuh pada 19 Desember hingga 4 Januari 2026. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan wisatawan di Trenggalek dan terselenggaranya wisata yang aman, nyaman dan tertib.
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi mengatakan, pihaknya optimis akan adanya lonjakan wisatawan di periode tersebut.
Namun hal tersebut juga tergantung dengan cuaca di kawasan destinasi wisata. “Kalau prediksi, kami tetap optimis, berasumsi kondisi cuaca bagus, ekonomi baik dan daya tarik wisata yang baik,” ujarnya.
Mengingat destinasi unggulan di Trenggalek adalah pantai maka cuaca menjadi salah satu faktor berpengaruh pada fluktuasi wisatawan.
Maka dengan demikian perlu adanya pengamanan yang lebih. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan untuk menghadapi potensi peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan.
Mulai dari koordinasi dengan pengelola objek wisata, pengecekan kesiapan sarana dan prasarana, hingga penguatan aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Dia menyebut Disparbud telah mendistribusikan surat edaran ke pengelola destinasi wisata mengenai hal apa saja yang perlu dilakukan oleh para pengelola.
Hal itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman dan menyenangkan.
“Intinya adalah bagaimana nanti para pengelola destinasi wisata itu, bisa memberikan pelayanan kepada wisatawan di destinasi wisata yang aman, tertib, lancar intinya seperti itu, menyenangkan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, menambahkan bahwasannya pihaknya telah mengirimkan imbauan kepada seluruh pengelola destinasi.
Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan destinasi wisata serta menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan rawan padat pengunjung, khususnya wilayah Watulimo.
“Untuk persiapan menjelang Nataru, kami sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh pengelola destinasi maupun pelaku usaha wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” terangnya, Jumat, 12 Desember 2025.
Beberapa hari sebelumnya, Tony mengatakan dirinya juga mengikuti rapat koordinasi pengelolaan lalu lintas di Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polres Trenggalek, Balai Jalan, dan sejumlah pihak terkait.
Fokus yang dibahas dalam rapat seperti pembahasan berada pada titik-titik rawan kemacetan di jalur wisata Watulimo.
“Yang menjadi perhatian tentu simpul-simpul keramaian, terutama di Watulimo. Termasuk rekayasa lalu lintas di JLS, simpang Supit Urang, hingga perlintasan menuju pos retribusi Simbaronce,” katanya.
Tony menyebut Satlantas, Dishub, dan Satpol PP berkomitmen mengerahkan personel penuh untuk mendukung pengaturan lalu lintas di kawasan wisata seperti JLS, Simbaronce, dan jalur menuju Pantai Mutiara.
Terkait target kunjungan wisata saat Nataru, Tony tidak menyebut angka pasti. Namun, perkiraan sementara menunjukkan adanya potensi lonjakan wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kemarin informasi dari Kasatlantas, tahun ini diperkirakan ada lonjakan kunjungan. Semoga cuacanya mendukung,” ujarnya.
Tambahan Lifeguard dan Personel
Disparbud juga menambah petugas di destinasi yang diprediksi ramai, termasuk lifeguard, petugas kebersihan, keamanan, dan pelayanan retribusi.
Bila diperlukan, personel dari destinasi yang relatif sepi seperti Goa Lowo akan diperbantukan ke Pasir Putih dan Simbaronce.
“Kalau jumlah petugas dirasa kurang, kami mendatangkan personel tambahan dari dinas maupun dari destinasi lain,” jelas Tony.
Soal parkir, Disparbud menerapkan beberapa opsi untuk mencegah penumpukan kendaraan di Simbaronce. Jika area tersebut penuh, pengunjung diminta memanfaatkan parkir Pasir Putih atau diarahkan ke Pelabuhan Niaga Prigi.
“Kalau Simbaronce penuh kami tutup portalnya. Pengunjung bisa menurunkan penumpang di Simbaronce, lalu base kendaraan kami arahkan ke Pelabuhan Niaga Prigi,” ungkapnya.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perikanan terkait kemungkinan pemanfaatan calon lokasi Kanasab sebagai parkir sementara.
Tiket Gratis Hingga 20 Desember
Tony menegaskan bahwa tiket masuk di Pantai Prigi masih digratiskan hingga 20 Desember 2025. Setelah itu, tiket diberlakukan kembali untuk mendukung PAD sektor pariwisata.
“Mulai 20 Desember tiket masuk kembali diberlakukan untuk mengungkit PAD,” ujarnya.
Diimbuhkan Tony, program masuk gratis bagi wisatawan yang membawa boarding pass pesawat juga tetap berlaku pada H-0 dan H+1 sesuai petunjuk Bupati. Hingga kini Disparbud masih menunggu data jumlah pengunjung yang memanfaatkan tiket tersebut. (Rudi Sukamto)












Komentar