Dukung SDGs 2 dan 12, Mahasiswa KKN-T 114 Undip Berdayakan Masyarakat Desa Blimbing melalui Budidaya Ayam Kampung Petelur dan Maggot sebagai Pakan Alternatif

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] — Dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), mahasiswa KKN-T 114 Universitas Diponegoro melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat Desa Blimbing melalui Pembudidayaan Ayam Kampung Petelur dengan Budidaya Maggot sebagai Pengganti Pakan Komersial di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 ini melibatkan masyarakat RW 03 Citran yang diwakili Wagimin dan RW 07 Gungan yang diwakili Ngadiyo, serta bermitra dengan TienJi Farm.

banner 300x250

Program ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi pengembangan peternakan ayam kampung petelur di Desa Blimbing. Dalam kegiatan budidaya ayam, pakan menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap keberlangsungan dan efisiensi pemeliharaan.

Oleh karena itu, pemanfaatan maggot sebagai alternatif pakan komersial menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung budidaya ayam kampung petelur yang lebih efisien dan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dan penyampaian program kepada perwakilan masyarakat di wilayah RW 03 Citran dan RW 07 Gungan serta mitra TienJi Farm.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan konsep pembudidayaan ayam kampung petelur yang dipadukan dengan budidaya maggot sebagai alternatif pakan.

Portalika.com/Ist

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh gambaran mengenai potensi pemanfaatan maggot dalam mendukung kebutuhan pakan pada budidaya ayam kampung petelur.

Program ini dilaksanakan secara multidisiplin dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Kolaborasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kompetensi masing-masing mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan program, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditinjau dari satu bidang, tetapi melalui pendekatan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Dalam pelaksanaannya, anggota KKN-T 114 turut berperan dalam menjalankan kegiatan sesuai dengan pembagian tugas dan kompetensi masing-masing.

Anggota yang terlibat dalam program ini terdiri atas Chindy Amelia Ramadhani, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya; Dini Maeylani, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis; Ega Aryabima, mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Matematika.

Juga Femilia Yulianisyah, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika; Justin Aragorn Sihombing, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi; Kevin Andytha Syahputri, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika; Laras Anastasya, mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik; Naswa Aulia Ramadani, mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Matematika; Ni Putu Alya Cahya Maharani, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika; serta Salwa Azzura Zein, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro.

Melalui program ini, budidaya maggot diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung penyediaan pakan bagi ayam kampung petelur.

Pemanfaatan maggot sebagai pengganti sebagian pakan komersial juga diharapkan dapat mendukung efisiensi dalam pemeliharaan ayam serta mendorong masyarakat untuk mengembangkan sumber pakan alternatif yang dapat dibudidayakan secara mandiri.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN-T 114, masyarakat Desa Blimbing, dan TienJi Farm dalam mengembangkan potensi peternakan yang terdapat di wilayah desa.

Melalui pendekatan multidisiplin, mahasiswa berupaya mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan di lapangan.

Dengan adanya program pembudidayaan ayam kampung petelur yang didukung dengan budidaya maggot, diharapkan masyarakat Desa Blimbing dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan mengenai alternatif pakan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan peternakan.

Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendukung pengembangan budidaya ayam kampung petelur yang lebih efisien dan berkelanjutan di Desa Blimbing. (*)

Editor: Triantotus

Komentar