Edukasi Pengenalan Rambu Lalu Lintas sejak Dini di SDN Beku, Desa Beku

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas sejak usia dini, Septin Aulia, mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, mengadakan program edukasi pengenalan rambu lalu lintas di SD N Beku, Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini berlangsung pada 30 Juli 2025 dan menyasar siswa-siswa sekolah dasar kelas V dan VI sebagai peserta utama.

banner 300x250

Program ini bertujuan untuk menanamkan pengetahuan dasar mengenai berbagai rambu lalu lintas yang sering dijumpai di jalan raya, sehingga anak-anak dapat mengenali dan memahami fungsi rambu tersebut dengan baik.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, seperti permainan edukatif dan simulasi, para siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dan mengingat pesan-pesan keselamatan berlalu lintas.

Program ini dijalankan karena banyaknya anak dibawah umur yang mengendarai sepeda motor dan pihak sekolah tidak dapat melarang jika dari orang tua siswa sudah memfasilitasi dan memberikan ijin kepada anaknya untuk berkendara.

Maka pengenalan rambu lalu lintas ini dilakukan guna menciptakan anak-anak yang tertib berlalu lintas sehingga mencegah resiko kecelakaan.

Septin Aulia menjelaskan, “Keselamatan berlalu lintas harus diajarkan sejak dini agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.”

Selain pengenalan rambu-rambu lalu lintas, Septin Aulia juga mengajarkan etika penggunaan jalan bagi pejalan kaki salah satunya zebra cross dan trotoar. Para siswa dikenalkan dengan zebra cross sebagai tempat penyebrangan dan trotoar sebagai tempat berjalan kaki demi keselamatan diri sendiri ketika di jalan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan orang tua siswa, yang berharap edukasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di sekolah dasar. Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak dapat berkurang secara signifikan di masa depan. (*)

Editor: Suryono

Komentar