Portalika.com [SURAKARTA] — Guna mendongkrak produktivitas akademik mahasiswa di kancah ilmiah, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta/Solo, Jateng, menggelar Kuliah Umum dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Skema Riset. Kegiatan bertajuk “From Idea to Impact: Riset, Tulis, Terbit!” ini dihelat di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus ISI Surakarta belum lama ini.
Siaran pers dari ISI menyebutkan kegiatan tersebut dirancang secara khusus untuk membimbing mahasiswa mentransformasikan ide kreatif dan riset lapangan menjadi artikel ilmiah berkualitas tinggi, sekaligus memberikan solusi nyata jalur kelulusan non-skripsi yang akseleratif.
Dalam sesi sambutan sekaligus sosialisasinya, Wakil Dekan I Bidang Akademik FSRD ISI Solo, Dr Anung Rachman, ST, MKom, menegaskan riset di bidang seni dan desain menyimpan potensi besar untuk memberikan dampak luas bagi masyarakat. Kuncinya terletak pada dokumentasi dan publikasi yang tepat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, fakultas telah menyiapkan skema bantuan Article Processing Charge (APC) guna meringankan biaya publikasi mahasiswa di jurnal ilmiah bereputasi.
“Kami ingin mendobrak stigma bahwa riset itu kaku dan menjemukan, terutama bagi mahasiswa seni dan desain. Melalui Program Mahasiswa Berdampak Skema Riset ini, FSRD ISI Surakarta tidak hanya mengarahkan mahasiswa meneliti, tetapi juga memberikan karpet merah berupa insentif publikasi dan rekognisi akademik agar hasil riset dapat dikonversi menjadi kelulusan,” ungkap Dr Anung Rachman.
Dia juga meyakini kolaborasi riset yang solid antara mahasiswa dan dosen akan melahirkan inovasi baru yang relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan industri kreatif nasional.
Hadirkan Pakar ITB
Untuk membongkar dapur redaksi jurnal ilmiah, kuliah umum ini menghadirkan peninjau (reviewer) internasional ternama asal Institut Teknologi Bandung (ITB), Deny Willy Junaidy, PhD.
Dipandu oleh moderator Dr Dhian Lestari Hastuti, SSn, MSn, Deny mengupas secara mendalam kriteria artikel yang mampu memikat hati reviewer dunia serta strategi jitu agar naskah mahasiswa terhindar dari penolakan dini (desk rejection) oleh editor jurnal.
Acara semakin semarak dengan sesi berbagi inspirasi (sharing session) dari Nadiyatu Alfi, mahasiswa Program Studi Desain Interior ISI Surakarta. Dipandu oleh Shidqi (mahasiswa Program Studi Film dan Televisi) sebagai moderator, Alfi membagikan kisah suksesnya menempuh jalur kelulusan non-skripsi konvensional lewat materi bertajuk “From Draft to Degree: Cerita Nadiyatu Alfi di Balik Riset, Publikasi, dan Jalur Kelulusan”.
Riset Jadi Lebih Mudah dan Berdampak
Keberhasilan program ini dirasakan langsung oleh Nadiyatu Alfi. Dia menceritakan bagaimana ekosistem riset yang suportif di FSRD ISI Solo membantunya mengatasi berbagai tantangan menulis hingga karyanya berhasil dipublikasikan.
“Awalnya menulis artikel ilmiah terasa sangat menantang. Namun, lewat ekosistem riset yang suportif di FSRD ISI Surakarta, draf riset saya bisa terbit di jurnal ilmiah. Keuntungan terbesarnya, publikasi ini diakui sebagai konversi tugas akhir, sehingga proses kelulusan menjadi lebih akseleratif dan portofolio akademik saya langsung teruji sebelum lulus,” tutur Alfi sambil mengajak mahasiswa lainnya memanfaatkan peluang emas dari program fakultas tersebut.
Melalui momentum tema “From Idea to Impact: Riset, Tulis, Terbit!”, FSRD ISI Solo optimistis kegiatan ini dapat menjadi pemantik utama lahirnya akademisi sekaligus praktisi seni dan desain masa depan yang kritis, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban bangsa melalui karya tulis ilmiah. (Iskandar)











Komentar