FSRD UNS Lepas Purna Tugas Prof Narsen melalui Peluncuran Buku Bunga Rampai dan Pameran Biomorfik

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Suasana hangat, penuh penghormatan, dan haru menyelimuti Aula Gedung HB Sutopo, Gedung 2 Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu, 8 Juli 2026.

Di ruang itu dilangsungkan acara Pelepasan Purna Tugas Prof Dr Narsen Afatara, MS yang dirangkaikan dengan Peluncuran Buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran serta pembukaan Pameran Biomorfik.

banner 300x250

Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang Prof Narsen sebagai akademisi, seniman, dan pendidik yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan seni rupa di Indonesia.

Acara dihadiri Dekan FSRD UNS, Dr Denny Tri Ardianto, DiplArt, Wakil Dekan Bidang Nonakademik Dr Ambar Mulyono, SSn, MT, PhD, Ketua Senat Akademik FSRD UNS Prof Dr Rahmanu Widayat, MSn, para Dewan Profesor, yaitu Prof Dr Agus Purwantoro, MSn, Prof Dr Sarwono, MSn, Prof Dr Nooryan Bahari, MSn, seluruh dosen dan tenaga kependidikan FSRD UNS, perwakilan mahasiswa, alumni, Dharma Wanita Persatuan FSRD UNS, serta para dosen purna tugas.

Ketua Panitia, Dr Dyah Yuni Kurniawati, SSn, MSn menyampaikan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan purna tugas, tetapi merupakan bentuk penghormatan atas perjalanan seorang guru yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, pikiran, dan keteladanannya bagi Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret.

Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dipersembahkan dengan tulus sebagai ungkapan terima kasih kepada Prof Narsen. Ia juga berharap tradisi memberikan penghormatan kepada dosen yang memasuki masa purna tugas dapat terus dilestarikan di lingkungan FSRD UNS sebagai bagian dari budaya akademik yang menghargai jasa para pendidik.

Dekan FSRD UNS, Dr Denny Tri Ardianto, mengenang perjalanan karier Prof Narsen sebagai sosok yang memiliki perjalanan akademik yang luar biasa. Menurutnya, Prof Narsen merupakan dosen yang meniti karier secara konsisten hingga mencapai jabatan Profesor Penciptaan Seni Rupa di FSRD UNS, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan tidak hanya bagi FSRD UNS tetapi juga dunia pendidikan seni rupa nasional.

Dekan juga mengenang momen bersejarah saat dirinya dipercaya menyusun dokumentasi videografi pada prosesi pengukuhan Prof Narsen sebagai guru besar. Baginya, momen tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademik FSRD UNS yang akan selalu dikenang.

“Prof Narsen adalah guru kita semua. Tidak mungkin saya meninggalkan acara ini, karena ini adalah bentuk penghormatan kepada seorang guru yang telah memberikan teladan bagi kami,” ungkapnya.

Dekan secara resmi membuka Peluncuran Buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran sekaligus Pameran Biomorfik yang menjadi bagian dari rangkaian penghormatan kepada Prof Narsen.

Suasana semakin hangat ketika Prof Dr Agus Purwantoro mewakili kolega dan Dewan Profesor, menyampaikan kesan mendalam terhadap sosok Prof Narsen. Ia menyebut Prof Narsen sebagai salah satu “Garuda” seni rupa Indonesia”, sebuah metafora yang menggambarkan keteguhan, keluasan wawasan, serta dedikasinya dalam membangun dunia seni rupa Indonesia.

Menurutnya, Prof Narsen tidak hanya dikenal sebagai seniman dan akademisi, tetapi juga sebagai figur yang mampu mengangkat martabat pendidikan seni rupa melalui karya, pemikiran, dan keteladanan. Jejak intelektual yang ditinggalkan akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Senada dengan itu, Prof Dr Rahmanu Widayat, Ketua Senat Akademik FSRD UNS, mengenang perjalanan panjang persahabatannya dengan Prof Narsen sebagai rekan sejawat sekaligus sesama pendidik.

Ia menggambarkan Prof Narsen sebagai pribadi yang rendah hati, penuh perhatian, dan selalu menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Baginya, Prof Narsen bukan hanya seorang guru besar, melainkan sahabat sekaligus teladan yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui sikap dan karya.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan, dilakukan prosesi penyerahan Buku Bunga Rampai Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran kepada Prof Narsen, dilanjutkan dengan penyerahan tali asih oleh Dekan FSRD UNS bersama para Dewan Profesor.

Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian panjang beliau dalam membangun FSRD UNS.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan peninjauan Pameran Biomorfik: Jejak Kehidupan dan Warisan Pemikiran.

Para tamu undangan bersama Prof Narsen mengunjungi ruang pamer untuk menikmati karya-karya yang merepresentasikan semangat biomorfik sebagai refleksi kehidupan, kreativitas, dan warisan pemikiran yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.

Dalam wawancara seusai acara, Prof Dr Narsen Afatara, menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus menjaga semangat berkarya dan memajukan seni rupa Indonesia.

“Anak-anak muda harus menjadi lebih baik daripada generasi kami. Seni rupa Indonesia harus terus maju. Jangan pernah lelah berkarya, teruslah belajar, berinovasi, dan menjaga idealisme. Saya percaya masa depan seni rupa Indonesia ada di tangan generasi muda. Maju terus seni rupa Indonesia,” katanya.

Pelepasan purna tugas ini bukan sekadar menandai berakhirnya masa pengabdian seorang guru besar, tetapi juga menjadi perayaan atas warisan ilmu, nilai, dan inspirasi yang akan terus hidup melalui karya-karya, pemikiran, serta generasi yang telah beliau didik.

Melalui peluncuran buku bunga rampai dan pameran biomorfik, FSRD UNS menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi akademik yang menghargai dedikasi para pendidik sekaligus menjaga keberlanjutan warisan intelektual bagi perkembangan seni rupa Indonesia. (Yunik/*)

Editor: Triantotus

Komentar