Haedar Nashir: Idul Fitri Momentum Instropeksi Diri Dan Membentuk ‘Manusia Baru’

banner 468x60

Portalika.com [YOGYAKARTA] – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan puasa bisa membentuk umat yang berjiwa Khalifatul fil Ardh. Jiwa khalifatul fil ardh adalah pribadi yang selalu ingin memakmurkan bumi.

Pernyataan ini disampaikan dalam menyambut Idulfitri 1446 H dengan tema Refleksi Idul Fitri dari Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Minggu, 30 Maret 2025, Haedar mengingatkan agar umat Islam menjadikan momentum Idul Fitri sebagai wahana introspeksi diri.

banner 300x250

Introspeksi dilakukan baik oleh masyarakat awam sebagai warga bangsa, maupun tokoh bangsa. “Kami berharap  jiwa taqwa, jiwa abdullah dan jiwa khalifatu fil ardh senantiasa membersamai hidup bangsa Indonesia,” katanya.

Baca juga: PRM Jetis 2 Silaturahmi Ke Para Tokoh Muhammadiyah Dan Aisiyah, Berikan Bingkisan

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu menuturkan, khususnya bagi para pemimpin bangsa, perlu membentuk “manusia baru”.  Manusia baru adalah manusia yang berjiwa hanif (lurus) dan beragama secara hanif.

Dari situ menumbuhkan jiwa khalifatul fil ardh yang selalu memakmurkan bumi, menyejahterakan sesama, menciptakan kehidupan yang baik.

“Kebaikan untuk  sesama manusia, makhluk Tuhan yang lain maupun dengan lingkungan semesta,” katanya.

Maka siapapun manusia muslim sebagai warga, sebagai umat, dan sebagai elit, tokoh wajib berjiwa khalifatullah fil ardh. “Para pemimpin negeri selain wajib berakhlak mulia, juga wajib berjiwa kekhalifahan di muka bumi,” kata Haedar Nashir. (rri/ros/atang)
Editor: Suryono

Komentar