Halalbihalal MIM Bloran: Dari Saling Memaafkan Menuju Ketahanan Pangan Keluarga

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di halaman Gedung Timur MI Muhammadiyah (MIM) Bloran Kerjo, Karanganyar, Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan Halalbihalal yang dikemas berbeda ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghadirkan edukasi parenting serta penguatan ketahanan pangan keluarga.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh wali murid, guru, dan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengambilan hasil ASTS siswa sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.

banner 300x250

Kepala MIM Bloran, Hayati Nupus, SE, MAg menyampaikan konsep Halalbihalal tahun ini sengaja dibuat berbeda. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih bermakna. Tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memberikan bekal nyata kepada orang tua melalui materi parenting dan ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Materi utama disampaikan Rahadi Al Paluri, Founder Rumah Belajar ABA sekaligus Presidium Kahmi Kota Surakarta. Dalam paparannya, ia menekankan makna Halalbihalal tidak berhenti pada saling memaafkan secara lisan, tetapi harus dilanjutkan dengan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah hati kita bersih, saatnya rumah kita juga kuat—terutama dalam urusan pangan. Ketahanan pangan itu dimulai dari rumah, bukan dari pemerintah dulu,” tegasnya.

Ia juga mengangkat realita sehari-hari yang dekat dengan masyarakat, seperti fluktuasi harga bahan pokok. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan interaktif, peserta diajak menyadari pentingnya memanfaatkan pekarangan rumah.

“Yang pedas itu bukan cuma sambal, tapi harga cabai. Lalu kenapa kita tidak mulai menanam sendiri?” ungkapnya, disambut tawa peserta.

Rahadi menambahkan menanam bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Setiap tanaman yang tumbuh dan dimanfaatkan menjadi bentuk sedekah jariyah.

Selain itu, ia memaparkan strategi praktis seperti:
* Pemanfaatan pekarangan sempit untuk produktif
* Pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik
* Integrasi sederhana dengan ternak kecil seperti ayam kampung

Materi berikutnya disampaikan oleh Bunda Nining dari PSA Bocahpintar Karanganyar yang menguatkan aspek parenting. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak melalui aktivitas sederhana seperti menanam.

“Menanam itu bukan hanya soal tumbuhan, tapi juga tentang menanam nilai kesabaran, tanggung jawab, dan harapan pada anak,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi tanya jawab. Banyak wali murid yang mengajukan pertanyaan teknis, mulai dari cara menanam cabai di halaman sempit hingga pengolahan pupuk organik dari limbah rumah tangga.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Halalbihalal dapat dikemas secara inovatif dan berdampak langsung bagi kehidupan keluarga. Tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga membangun kemandirian pangan dari rumah.

Acara ditutup dengan harapan agar semangat kebersamaan di bulan Syawal ini menjadi awal perubahan menuju keluarga yang mandiri, sehat, dan berdaya. (Rahadi/*)
Editor: Triantotus

Komentar