Inovasi Gethuk Frozen: Meningkatkan Keterampilan Ekonomi Masyarakat Desa Duren

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi dalam mempertahankan dan mengembangkan produk lokal yang bernilai ekonomi

banner 468x60

Portalika.com [Jatiroto] – Mahasiswa Teknologi Pangan dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta berhasil melaksanakan sosialisasi pembuatan Gethuk Frozen di Desa Duren, Jatiroto, bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dan Dawis setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi produk pangan tradisional yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

banner 300x250

Pelatihan yang dipimpin oleh Sekaring Tias Ayu Putri Utami ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Agustus 2024. Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Dr. Puspaningrum, SH., MH, turut mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun akademik 2023/2024 tersebut. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Duren dalam pengolahan singkong, yang merupakan salah satu pangan lokal terpenting di daerah ini.

Melalui olahan Gethuk Frozen, peserta diharapkan dapat menciptakan cadangan pangan berdaya simpan lama dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. “Gethuk Frozen tidak hanya memiliki umur simpan yang lebih panjang, tetapi juga menawarkan nilai gizi yang tinggi,” ungkap Sekaring.

Materi pelatihan mencakup teknik pencetakan, pembekuan, dan pengemasan menggunakan bahan twinwall yang memungkinkan penyimpanan pada freezer untuk memastikan daya simpan yang optimal. Partisipasi ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk belajar dan menerapkan keterampilan baru dalam pengolahan pangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi dalam mempertahankan dan mengembangkan produk lokal yang bernilai ekonomi. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan, diharapkan akan muncul usaha kecil berbasis rumah tangga yang berkelanjutan di Desa Duren.

Secara keseluruhan, sosialisasi pembuatan Gethuk Frozen ini memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat desa, khususnya kaum perempuan, untuk lebih mandiri secara ekonomi. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK berhasil menciptakan sinergi yang baik dalam pengembangan potensi lokal. Keberhasilan kegiatan ini membuka peluang untuk kerjasama lebih lanjut dalam program-program pemberdayaan masyarakat lainnya di masa mendatang.(*)

Komentar