Portalika.com [BOYOLALI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Kelompok Petani Desa Bercak, Kabupaten Boyolali mengadakan program monodisiplin mengenai pemanfaatan serabut jagung menjadi teh herbal kaya gizi.
Kegiatan ini berlangsung pada pukul 13.00 WIb hingga jam 15.00 WIB pada Sabtu, e Agustus 2024. Acara diikuti anggota kelompok petani dengan cara pendampingan di Rumah Muhantoro, Kadus 3 Desa Bercak.
Ririh Sekar Dewi, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro 2024 dari Fakultas Sains dan Matematika, jurusan Biologi, bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Ririh menjalankan salah satu programnya yakni pendampingan dan penjelasan mengenai pentingnya limbah pertanian seperti serabut jagung yang menjadi teh herbal kaya gizi guna kesehatan tubuh.
Baca juga: Program Dashat, Mahasiswa KKN Undip Untuk Atasi Masalah Kesehatan Di Jayengan
Menurut Ririh, serabut jagung memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh manusia, termasuk sebagai antioksidan, diuretik alami serta membantu dalam pengaturan tekanan darah.
Latar belakang pemanfaatan serabut jagung menjadi teh herbal berakar dari masalah limbah pertanian yang melimpah namun kurang dimanfaatkan. Serabut jagung, yang umumnya dianggap limbah, memiliki potensi kaya nutrisi yang belum banyak diketahui.
Mengingat kebutuhan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan diversifikasi produk pangan, inovasi ini menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan mendukung ekonomi lokal. Selain itu, teh herbal dari serabut jagung bisa memberikan manfaat kesehatan tambahan, menjadikannya alternatif bernilai dalam industri pangan dan kesehatan.
Inovasi pemanfaatan serabut jagung (Zea mays) menjadi teh herbal kaya gizi adalah solusi kreatif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi limbah pertanian. Serabut jagung, yang biasanya dianggap tidak berguna, kini diolah menjadi teh yang kaya nutrisi seperti antioksidan dan mineral, yang bermanfaat untuk kesehatan.
Untuk mengatasi hal tersebut, program KKN ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan melalui produk bernilai tinggi yang ramah lingkungan. Inovasi ini bertujuan mengurangi limbah pertanian dengan memanfaatkan serabut jagung, yang biasanya dibuang, menjadi sumber nutrisi tambahan yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Selain itu, inovasi ini juga mendukung perekonomian lokal dengan memberikan peluang usaha baru bagi petani dan pelaku industri kecil-menengah. (*)
Penulis: Ririh Sekar Dewi
Editor: Suryono












Komentar