Konsumsi Otak, Apakah Perlu Diperhatikan?

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Muhammad Al-Kadafi Ilham, mahasiswa Antropologi, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang telah melakukan observasi kepada masyarakat sekitar Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo tentang fenomena konsumsi dalam keseharian mereka, fenomena konsumsi pada semua golongan semua umur sudah tergolong positif namun tetap harus ditingkatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik agar terwujudnya lingkungan yang baik dan positif.

Istilah “konsumsi otak” mungkin kurang terdengar dan diperhatikan atau mungkin sampai disepelekan dan juga mungkin konsep ini sedikit aneh atau bahkan menyeramkan, tetapi sebenarnya konsep ini memiliki beberapa interpretasi berbeda tergantung konteksnya.

banner 300x250

Muhammad Al-Kadafi mengatakan kalau kita membahas dalam konteks modern, “konsumsi otak” sering digunakan untuk menggambarkan proses seseorang menyerap informasi.

Baca juga: Program Dashat, Mahasiswa KKN Undip Untuk Atasi Masalah Kesehatan Di Jayengan

Ini bisa berupa membaca buku, menonton film, mendengarkan podcast atau bahkan berinteraksi dengan orang lain.

Sama halnya seperti kita mengonsumsi makanan untuk memberi energi pada tubuh, kita juga mengkonsumsi informasi untuk memberi makan pikiran kita.

Portalika.com/Ist

Pada zaman globalisasi dan serba digital saat ini, aktivitas mental ini merujuk pada seberapa banyak kita menggunakan otak kita dalam berbagai aktivitas. Semakin kompleks aktivitas yang kita lakukan, semakin banyak bagian otak yang terlibat.

Potensi otak juga bisa dikaitkan dengan seberapa optimal kita memanfaatkan potensi otak kita. Dan di luar sana masih banyak orang khususnya di kalangan anak-anak yang belum melakukan konusmsi otak dengan baik dan sehat.

Konsumsi otak berasal dari penggunaan organ panca indra yaitu dari mata, telinga, dan hidung, terutama mata yang setiap detik kita gunakan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Portalika.com/Ist

Maka dari itu lingkungan yang baik akan sangat mempengaruhi konsumsi otak, lingkungan akan membangun kebiasaan, apabila lingkungan tersebut baik maka kebiasaan baik yang kan timbul dan juga sebaliknya.

Secara umum, “konsumsi otak” adalah metafora yang menarik untuk menggambarkan bagaimana kita berinteraksi dengan informasi dan lingkungan sekitar. Konsep ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan otak melalui nutrisi yang baik, stimulasi mental, dan menghindari paparan zat-zat berbahaya.

Tulisan ini penulis khususkan terutama kepada orang yang telah memiliki anak yang dibawah lima tahun, kebiasaan seorang anak dibangun di lima tahun pertama, maka dari itu para orang tua harus memperhatikan lingkungan sekitar agar terbangun karakter yang bagus dari anak tersebut.

Penulis: Muhammad Al-Kadafi Ilham
Editor: Suryono

Komentar