Portalika.com [SURAKARTA] – Kota Surakarta/Solo, Jateng kembali mengukuhkan diri sebagai pusat seni nasional melalui gelaran ikonik Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026. Memasuki tahun ke-13, festival budaya bergengsi ini akan menyapa publik di kawasan Balaikota Solo pada 8 dan 9 Mei 2026.
Siaran pers dari Humas SBI menyebutkan, tahun ini SBI 2026 mengusung tema besar yang sangat kuat, yakni “Swarna Bumi Bahari”. Tema ini dipilih untuk merepresentasikan kekayaan pesisir laut Indonesia yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan, ekonomi, sekaligus sumber inspirasi seni yang tak terbatas.
Melalui Swarna Bumi Bahari, SBI 2026 berupaya memotret rupa kekayaan laut Nusantara. Mulai dari mitologi samudra hingga ketangguhan masyarakat bahari, semuanya divisualisasikan dalam pertunjukan seni kontemporer yang tetap kokoh berpijak pada akar tradisi.
Festival yang diinisiasi oleh Forum Pemuda Indonesia Kreatif bekerja sama dengan Semarak Candrakirana Art Center ini telah konsisten sejak 2014 menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Solo.
Selama dua hari berturut-turut (Jumat-Sabtu), mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai agenda edukatif dan interaktif:
- Galeri Wastra Budaya: Pameran kain asli Nusantara hasil kolaborasi dengan komunitas pecinta kain dan desainer lokal sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan intelektual leluhur.
- Pasar Karya Nusantara: Zona ekonomi kreatif yang menghadirkan lebih dari 30 tenant produk kriya dan kuliner lokal. Pengunjung bisa menikmati jajanan tradisional sembari diiringi alunan musik etnik yang tampil mulai sore hari.
- Panggung Pagelaran Seni: Puncak acara yang digelar mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB di Halaman Balaikota Solo.
Tampilkan 27 Delegasi Seni Se-Indonesia
Tahun ini, sebanyak 27 delegasi seni tari dari berbagai provinsi telah dikurasi untuk tampil. Para penampil berasal dari berbagai daerah seperti Solo, Semarang, Surabaya, Banten, Bogor, Cirebon, hingga wilayah jauh seperti Nusa Tenggara Barat, Bulukumba, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.
Beberapa penampilan unggulan yang wajib ditonton antara lain:
- Semarak Candrakirana Art Center (Solo): Membawakan tarian “Wara Zapin” (gabungan estetika Melayu dan semangat pesisir).
- Miroton Dance (Bangkalan): Menampilkan karya “Ghadhu” yang memotret filosofi hidup masyarakat di Pulau Madura.
- Sanggar Tari Greged (Pasuruan): Mempersembahkan “Tari Ngojung”, tarian ritual meminta berkah alam yang kental nilai sosiologis dan kepercayaan lokal dalam meminta berkah alam dan masih banyak penampil lainnya.
Gratis dan Terbuka untuk Umum
Satu hal yang istimewa dari SBI 2026 adalah komitmennya terhadap inklusivitas. Seluruh rangkaian acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Panitia memastikan keindahan budaya Nusantara dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
Acara ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kota Surakarta, BRI, PLN, Indonesia Kaya, dan Pupuk Kaltim. “Bagi Anda yang berada di luar kota, panitia juga menyediakan tayangan ulang melalui kanal YouTube Semarak Budaya Indonesia agar keberagaman budaya ini dapat menjangkau audiens global. Ayo, jadikan akhir pekan Anda penuh makna dengan menyaksikan kejayaan bahari di jantung Kota Solo!” (Iskandar)












Komentar