Portalika.com [SUKOHARJO] – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengajukan pembangunan 21 Jembatan Garuda di sejumlah titik, namun hingga kini baru satu yang terealisasi, yakni Jembatan Garuda Tambakboyo di Kecamatan Tawangsari.
Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias warga Desa Tambakboyo. Pasalnya, jembatan ini menjadi akses penghubung antar desa yang selama ini terhambat, sekaligus memangkas jarak tempuh hingga sekitar 7 kilometer.
Warga berharap kehadiran Jembatan Garuda Tambakboyo dapat memperlancar aktivitas sehari-hari, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian serta meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
“Dengan adanya jembatan ini, warga bisa lebih mudah beraktivitas dan tidak perlu lagi memutar jauh,” ujar salah satu warga.
Pembangunan jembatan ditandai dengan prosesi groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo, serta Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra.
Jembatan Garuda Tambakboyo dirancang memiliki panjang sekitar 110 meter dengan lebar 1,5 meter, yang nantinya akan menjadi jalur vital penghubung antar wilayah.
Program ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan Jembatan Garuda yang digagas pemerintah pusat pada masa Presiden Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan oleh TNI Angkatan Darat melalui Kodam IV/Diponegoro.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 71 titik pembangunan Jembatan Garuda di Jawa Tengah, dengan 16 titik di wilayah Solo Raya yang dibangun secara bertahap dan sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama secara serentak.
Di sisi lain, Kabupaten Sukoharjo sendiri telah mengusulkan 21 titik pembangunan jembatan, terutama di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa dan melintasi wilayah tersebut.
Namun hingga saat ini, baru Jembatan Garuda Tambakboyo yang berhasil direalisasikan.
Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan lainnya dapat segera menyusul, mengingat kebutuhan akses infrastruktur di wilayah pedesaan masih cukup tinggi.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda bantuan Presiden Prabowo Subianto di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Target tersebut ditegaskan sebagai komitmen percepatan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat pedesaan.
Groundbreaking proyek ini dilakukan serentak dipimpin Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, secara virtual dari Kabupaten Boyolali, bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah setempat se-wilayah Kodam IV.
Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Reza Sahputra, menegaskan percepatan pengerjaan menjadi prioritas agar manfaat jembatan bisa segera dirasakan warga.
“Kami kerahkan personel untuk gotong royong bersama masyarakat dan dukungan teknis agar pembangunan berjalan cepat tanpa mengabaikan kualitas,” tegasnya.
Jembatan dengan kekuatan sekira 600 kilogram ini nantinya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor, sebagai akses vital penghubung Desa Tambakboyo dan Desa Tangkisan yang selama ini terpisah aliran anak Sungai Bengawan Solo.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, juga menekankan pentingnya percepatan proyek tersebut. Menurutnya, kehadiran jembatan akan memangkas jarak tempuh warga yang sebelumnya harus memutar hingga 6–7 kilometer.
“Semakin cepat selesai, semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaatnya, baik dari sisi efisiensi waktu maupun peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Dengan estimasi anggaran sekitar Rp600 juta, proyek ini menjadi bagian dari program pemerataan infrastruktur nasional. Pemerintah berharap, begitu rampung, jembatan gantung ini langsung berfungsi sebagai penggerak konektivitas dan aktivitas ekonomi warga di wilayah pedesaan. (Naharudin)












Komentar