Jembatan Rintisan Garuda Tambakboyo Perpendek Akses Warga Antardesa, 5 Dibangun di Daerah Lain

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Jembatan Rintisan Garuda di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, resmi dibuka untuk masyarakat, Kamis, 13 Agustus 2026. Kehadiran jembatan tersebut menjadi akses baru yang menghubungkan Desa Tambakboyo dengan Desa Tangkisan sekaligus memangkas jarak tempuh warga antardesa.

Peresmian dilakukan Irdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Denny Marantika bersama Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, Danrem 074/Warastratama, Kolonel M Arry Yudhistira, Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol (Inf) Reza Sahputra, Camat Tawangsari serta Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin.

banner 300x250

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati. Setelah itu, rombongan pejabat bersama-sama mencoba melintasi jembatan yang dibangun sebagai bagian dari program Jembatan Garuda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 1,5 meter. Infrastruktur ini dibangun untuk membuka konektivitas antara dua wilayah yang sebelumnya harus ditempuh melalui jalur memutar.

Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika mengatakan, keberadaan Jembatan Rintisan Garuda memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat. Menurutnya, akses yang sebelumnya harus ditempuh dengan jarak sekitar 6 hingga 7 kilometer kini dapat dipersingkat melalui jembatan tersebut.

“Jembatan ini tentu sangat membantu masyarakat karena jarak yang ditempuh menjadi lebih dekat. Tadi kami bersama unsur pemerintah daerah juga sudah mencoba melintasinya untuk melihat langsung manfaatnya,” ujar Denny.

Meski demikian, Denny mengingatkan masyarakat agar menggunakan jembatan sesuai dengan peruntukannya. Karena konstruksinya berupa jembatan gantung, akses tersebut hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua, sepeda dan pejalan kaki.

Ia menyebut kapasitas jembatan maksimal sekitar enam orang dewasa dalam waktu bersamaan. Untuk menjaga keamanan dan kondisi jembatan, jajaran Kodim 0726/Sukoharjo diminta melakukan pemeriksaan serta pemeliharaan secara berkala.

“Kapasitas maksimalnya enam orang dewasa secara bersamaan. Karena itu, pengecekan dan pemeliharaan harus dilakukan secara rutin untuk memastikan jembatan tetap aman digunakan masyarakat,” katanya.

Dorong Aktivitas Pendidikan hingga Ekonomi

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo menilai pembangunan Jembatan Rintisan Garuda tidak hanya berkaitan dengan penambahan infrastruktur, tetapi juga memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah perdesaan.

Menurutnya, akses yang semakin mudah akan memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas warga, termasuk pendidikan, pertanian dan perekonomian.

“Pembangunan dan peresmian Jembatan Rintisan Garuda bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik. Jembatan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Eko Sapto.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga keberadaan jembatan dan menaati ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan. Pembatasan jumlah pengguna dan jenis kendaraan, kata dia, merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus memperpanjang usia jembatan.

“Jangan melintas melebihi kapasitas yang ditentukan. Kami berharap masyarakat ikut menjaga jembatan ini agar dapat terus dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Eko Sapto menambahkan, peresmian jembatan tersebut menjadi momentum positif menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol (Inf) Reza Sahputra menjelaskan, pembangunan jembatan melalui program tersebut tidak hanya dilaksanakan di Desa Tambakboyo.

Pada tahap yang sama, terdapat lima jembatan lain yang dibangun di sejumlah wilayah Kabupaten Sukoharjo, yakni di Desa Turejo, Kecamatan Weru; Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari; Desa Pandean, Kecamatan Grogol; serta dua jembatan di Desa Tepisari.

Menurut Reza, pembangunan sejumlah jembatan tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah pedesaan.

Warga Sambut Positif

Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin menyambut positif pembangunan Jembatan Rintisan Garuda. Ia mengatakan, sebelum jembatan tersedia, warga yang hendak menuju Desa Tangkisan harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh.

Kini, masyarakat memiliki akses langsung yang membuat perjalanan menjadi lebih singkat dan efisien.

“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga Tambakboyo dan masyarakat sekitar. Sebelumnya harus memutar, sekarang akses menuju wilayah Tangkisan menjadi lebih dekat,” tutur Samsul.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat membantu aktivitas warga, terutama dalam bidang pendidikan, pertanian dan perekonomian.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tangkisan, Trijoko. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas program pembangunan Jembatan Garuda yang membuka akses baru bagi masyarakat kedua desa.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah menghadirkan program Jembatan Garuda. Dengan adanya jembatan ini, akses warga Tambakboyo dan Tangkisan menjadi lebih terbuka dan mudah,” kata Trijoko.

Dengan beroperasinya Jembatan Rintisan Garuda, masyarakat Desa Tambakboyo dan Desa Tangkisan kini memiliki jalur penghubung yang lebih dekat. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kedua wilayah. (Naharudin)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar