Portalika.com [PEMALANG] – Mahasiswa KKN-Tim 160 dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Widya Nur Agustin, meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami.
Program ini, yang bertajuk ‘Optimalisasi Penjualan UMKM dengan Edukasi Kehalalan Produk dan Pemanfaatan Aplikasi SiHalal’, secara khusus menyasar para pemuda-pemudi yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) desa setempat.
Kegiatan sosialisasi ini diadakan sebagai langkah awal untuk membekali generasi muda desa dengan pengetahuan penting terkait aspek kehalalan produk, yang menjadi salah satu faktor kunci dalam keberhasilan sebuah usaha, terutama di Indonesia.
Sebagai mahasiswi dari jurusan Ekonomi Islam, Widya membawa perspektif yang relevan dan praktis dalam materi yang disampaikannya.
Dalam paparannya, Widya menjelaskan sertifikasi halal bukan hanya sekadar label, melainkan jaminan kualitas dan kepercayaan bagi konsumen muslim.
“Dengan memiliki sertifikat halal, produk UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saingnya,” ujar Widya.
Ia menambahkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal akan menjadi modal berharga bagi pemuda-pemudi Kaliprau yang ingin merintis usaha.
Selain itu, Widya juga memperkenalkan aplikasi SiHalal, sebuah platform digital yang dikembangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Aplikasi ini mempermudah proses pengurusan sertifikasi halal, dari pendaftaran hingga verifikasi, sehingga pelaku UMKM tidak perlu lagi merasa kesulitan dengan birokrasi yang rumit.
Sambutan Positif dari Anggota IPNU & IPPNU
Para anggota IPNU dan IPPNU Desa Kaliprau menyambut baik program KKN ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya edukasi ini, karena banyak di antara mereka yang berencana untuk memulai usaha, baik di bidang kuliner maupun produk lainnya.
Diharapkan, program ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi ekonomi Desa Kaliprau. Dengan bekal pengetahuan ini, para pemuda-pemudi desa diharapkan bisa menciptakan UMKM yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki produk yang terjamin kehalalannya, sehingga bisa memajukan desa secara keseluruhan. (*)
Penulis: Widya Nur Agustin, mahasiswa KKN-Tim 160 jurusan Ekonomi Islam Undip, Semarang
Editor: Triantotus












Komentar