Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Wisnu Adhi Wibowo, menggelar kampanye “Aku Berani, Aku Aman!” di SD 3 Senden, Kecamatan Senden, Klaten, pada Selasa (9/7/2025). “Kekerasan adalah tindakan yang menyakiti secara fisik, verbal, atau psikologis,” ujar Wisnu, memperkenalkan definisi kekerasan kepada siswa.
Wisnu menjelaskan bentuk kekerasan. “Fisik seperti memukul, verbal seperti menghina, pelecehan fisik, penelantaran, hingga eksploitasi,” katanya. Ia menegaskan bahwa kekerasan bisa terjadi di mana saja, dari rumah hingga sekolah.“Kekerasan dapat menimpa siapa pun, anak perempuan, laki-laki, ibu, hingga nenek,” ungkap Wisnu.

Kampanye ini mengedukasi siswa bahwa tidak ada batasan tempat atau usia bagi korban kekerasan.Wisnu memaparkan tanda-tanda kekerasan. “Waspadai jika seseorang sering menangis, memiliki luka tanpa sebab, atau menutup diri,” pesannya.
Tanda ini membantu siswa mengenali korban yang membutuhkan bantuan.Untuk menanggulangi kekerasan, Wisnu memberikan langkah praktis. “Bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya, jangan takut, dan bantu teman yang jadi korban,” sarannya.
Siswa diajak berani mengatakan “tidak” jika merasa tidak nyaman.“Memukul atau mengejek bukan permainan, itu kekerasan,” tegas Wisnu. Ia mendorong siswa menjadi teman yang melindungi dan mendukung, serta memahami hak anak untuk dilindungi dan bahagia.“Slogan kami: Aku Bukan Penakut, Aku Berani Bicara!” kata Wisnu.
Kampanye ini, diharapkan menciptakan lingkungan sekolah aman, mendukung generasi muda bebas kekerasan.












Komentar