Kampung Nangka Desa Pulutan Wetan Upaya Muhammadiyah Menata Desa Hijau Mandiri Pangan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Upaya mengembangkan desa mandiri pangan dan berkelanjutan digencarkan di Kabupaten Wonogiri. Majelis Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial dan Dakwah Islamiyah (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonogiri bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo meluncurkan Kampung Nangka di Dusun Jomboran, Desa Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Peresmian tersebut menjadi langkah awal pengembangan desa wisata pangan mandiri dengan pembagian 1.500 bibit pohon nangka gratis kepada warga dan petani setempat. Mengusung tema Kampung Nangka sebagai Wisata dan Swasembada Pangan untuk Indonesia Maju, acara diwarnai semangat kolaborasi dan gotong royong masyarakat.

banner 300x250

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BPDAS Solo, A Kunto Hirsilo, Kepala Dinas Pertanian Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, perwakilan LP UMKM PP Muhammadiyah, Napak Horo Wahyudi, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Jawa Tengah, Fatchur Rochman, Ketua PDM Wonogiri, Kusman Thoha, jajaran Forkopimcam Wuryantoro, Kepala Desa Pulutan Wetan, serta 250 petani penerima bibit nangka.

Kunto Hirsilo menekankan bahwa gerakan menanam pohon nangka bukan sekadar kegiatan lingkungan, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Menanam pohon berarti menanam harapan. Kami ingin masyarakat menjaga alam sekaligus menikmati hasilnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Baroto Eko Pujanto menyebut bahwa nangka memiliki potensi ekonomi besar bagi Wonogiri.

“Kalau dikelola secara serius, nangka bisa menjadi ikon baru Wonogiri. Kita punya lahan luas dan petani yang siap mengembangkan,” jelasnya.

Portalika.com/Tarmin

Dari unsur Muhammadiyah, Fatchur Rochman menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari dakwah pemberdayaan umat.

“Kita ingin membumikan dakwah melalui aksi nyata, membantu petani, menjaga bumi, dan menumbuhkan ekonomi,” katanya.

Ketua PDM Wonogiri, Kusman Thoha, menambahkan Kampung Nangka adalah bentuk nyata dakwah produktif yang memberikan solusi bagi masyarakat.

“Kampung Nangka bukan sekadar penghijauan, tapi juga langkah menanam masa depan yang lebih sejahtera,” tuturnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Heriwanto, menuturkan Kampung Nangka akan dikembangkan sebagai kawasan wisata edukatif berbasis pertanian.

“Kami ingin menjadikannya laboratorium pemberdayaan masyarakat, tempat warga belajar hidup sejahtera dan berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui sinergi antara Muhammadiyah Wonogiri, BPDAS Solo, dan masyarakat desa, Kampung Nangka diharapkan menjadi contoh inspiratif pembangunan desa hijau yang mandiri pangan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta mempererat hubungan antara dakwah, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. (Tarmin)

Komentar