Kapolres Tinjau Pencarian Korban Tanah Longsor Di Kismantoro

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Pencarian warga Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Mijem, 63, dihentikan karena hujan turun, Rabu, 6 Desember 2023. Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, SH, SIK, MM, MSi bersama pejabat Polres dan Pasi Ops Kodim 0728/Wonogiri meninjau proses pencarian korban longsor.

Peristiwa tanah longsor terjadi sehari kemarin sekitar pukul 08.30 WIB di persawahan dengan medan perbukitan di Dusun Jaten, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

banner 300x250

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga dilaporkan hilang terseret material longsoran tanah. Kapolres di lokasi mengatakan hari ini adalah hari kedua pencarian, untuk personel ditambah guna mempercepat proses pencarian.

Baca juga: Cuaca Mendung Pencarian Korban Tanah Longsor Di Kismantoro Dihentikan

“Kita harapkan dengan penambahan anggota dan penggunaan anjing palacak ini mudah-mudahan korban dapat segera kita temukan,” ucapnya.

Selain petugas kepolisian, ujarnya, pencarian korban tanah longsor juga bersinergi dengan personel dari TNI, BPBD Kabupaten Wonogiri, SAR Wonogiri, Basarnas Pos SAR Surakarta, personel relawan Kecamatan Kismantoro dan masyarakat setempat.
   
Kepada masyarakat, Kapolres menghimbau untuk tetap waspada mengingat musim penghujan potensi kejadian serupa bisa saja terjadi kembali.

Kapolres Wonogiri, AKBP Andi M Indra (dua kiri) meninjau lokasi pencarian korban tanah longsor di Kismantoro. (Portalika.com/Ist)

Kapolres manambahkan, hari kedua pencarian, cuaca pagi cerah sehingga proses pencarian dimaksimalkan dengan cara manual dan penambahan personel mengingat untuk penggunaan alat berat tidak bisa karena medan longsor merupakan area persawahan perbukitan yang terjal.

“Kita berdoa agar warga yang tertimbun bisa segera ditemukan dan kita tetap berharap ada keajaiban semoga korban dalam keadaan selamat. Dan kita bersama unsur terkait akan berupaya maksimal untuk melakukan evakuasi ini,” sambung Kapolres.

Terkait jumlah korban yang tertimbun,  Kapolres mengatakan, sesuai dengan informasi dari saksi, ada satu masyarakat yang tertimbun.
 
“Informasi ini saya terima dari saksi, karena mereka saat itu sedang memupuk padi, namun tiba-tiba terdengar suara reruntuhan dan korban yang sebelumnya berada di lokasi tersebut dicari tidak ada,” jelasnya. (Suryono)

Komentar