Portalika.com [SURAKARTA] – Dalam upaya merespons kemajuan teknologi dan pentingnya pengelolaan citra kelembagaan di era digital, mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (MD) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar “Workshop IDea CSR Clinic (Islamic Digital Event & Action)”.
Mengusung tema “Mengelola Citra dan Aksi Sosial Lembaga di Era Digital,” acara ini diselenggarakan di Aula Gedung SBSN Lantai 1 UIN Raden Mas Said Surakarta pada Selasa, 9 Juni 2026, yang diikuti sekitar 100 peserta mahasiswa secara luring.
Kepala Program Studi Manajemen Dakwah, Fathurrohman Husen, MSi menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif project-based learning dari mata kuliah Public Relations ini. Dia menegaskan pentingnya pembekalan soft skill guna mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
“Sebagai sarjana sosial, mahasiswa akan selalu bersinggungan langsung dengan manusia dan masyarakat di dunia kerja. Adanya acara ini serta rilis media yang dihasilkan akan menjadi rekam jejak yang baik untuk membekali keterampilan praktis mahasiswa, sekaligus mengangkat nama baik Program Studi Manajemen Dakwah UIN Surakarta,” ungkapnya.
Acara ini menghadirkan M Abyan Nugraha, SSos, MM, CHRS, seorang praktisi HRD sekaligus dosen Manajemen Dakwah IIM Surakarta, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Beyond Charity: Merancang Aksi Sosial Kreatif & Branding Lembaga di Era Digital,” Dia menekankan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) masa kini bukanlah sekadar bagi-bagi bantuan sosial atau potong pita seremonial, melainkan sebuah investasi sosial berbasis pemberdayaan yang ditujukan untuk kemandirian masyarakat.
“Dana CSR adalah titipan publik yang wajib dikelola dengan tanggung jawab dan amanah. Dalam tata kelola kelembagaan, mendokumentasikan aksi sosial di media digital bukanlah pamer, melainkan bentuk transparansi publik, sekaligus upaya menciptakan multiplier effect agar narasi kebaikan menular menjadi gerakan massal,” tegas M Abyan Nugraha.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi strategis; di mana mahasiswa MD bertindak sebagai The Engine yang melakukan pemetaan sosial dan merancang program, sementara mahasiswa KPI berperan sebagai The Amplifier yang mengemas publikasi digital dan storytelling yang menarik.
Selain pemaparan materi, workshop ini memberikan pengalaman simulasi praktis melalui sesi “Klinik Bedah Kasus dan Live Roasting”. Ratusan peserta yang dibagi ke dalam 23 kelompok diajak berdiskusi (Focus Group Discussion) selama 15 menit untuk merumuskan ide CSR yang inovatif.
Ide-ide tersebut kemudian dipresentasikan secara kilat dan dievaluasi secara tajam (Live Roasting) oleh narasumber untuk menguji seberapa realistis, islami, dan seberapa besar potensi program tersebut untuk menaikkan citra lembaga di dunia maya.
Kegiatan yang diselenggarakan di bawah arahan dosen pengampu mata kuliah Public Relations, MM Nawaffani, MSos ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga cakap dalam merancang aksi sosial yang kreatif dan komunikatif. (Naharudin)












Komentar