Kompak Posting Foto, Akun Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Banjir Komentar Doa Nitizen

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kompak posting foto duduk berdampingan. Netizen pun ramai memberikan komentar-komentarnya. Mulai dari komentar awas Cinlok, hingga didoakan cocok hingga berjodoh.

Postingan itu terlihat di masing-masing akun Gubernur Ahmad Luthfi di @ahmadluthfi_official dan akun Gubernur Sherly Tjoanda di @s_tjo. Gubernur Sherly posting terlebih dahulu pada Senin, 15 September 2026 sore.

banner 300x250

Total ada 11 postingan foto yang diunggah Gubernur Sherly. Dari jumlah itu, tiga frame foto di antaranya sedang memperlihatkan duduk berdampingan bersama Gubernur Ahmad Luthfi.

Di sekitar mereka ada Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Beberapa jam setelahnya, akun Gubernur Ahmad Luthfi juga memposting foto yang mirip. Ada beberapa postingan foto, namun foto duduk berdampingan dengan Sherly juga ditaruh sebagai foto utama di postingan.

Menariknya, postingan keduanya sudah disukai ratusan ribu kali dan mendapatkan komen sebanyak ribuan kali. Menariknya lagi, komen-komen netizen justru mendoakan keduanya.

Harus diketahui bahwa keduanya saat ini berstatus single. Ahmad Luthfi berstatus duda dan Sherly janda.

“Duda dan janda premium limited edition. Cocok…,” komentar akun @pakdejateng.

“Pak Luthfi cocok ya sama bu Sherly yang cantik banget,” komentar akun @kanarajanitra.

“Pak titip salam buat bu Sherly nggih pak,” tulis @ulfiyam sambil membubuhkan emoticon love.

“Fotonya bagus,” tullis akun @aji_prasetyo.

“Mumpung lagi jomblo… gerak cepat selak direbut koko koko,” tulis akun @adnanbrsl.

Setelah di cek, dua gubernur rupanya sedang mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan DPR RI dan Mendagri, Tito Karnavian. Masing-masing Gubernur diminta memaparkan kondisi dan isu agraria di wilayah-masing-masing.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, memproteksi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) adalah upaya yeng terus dilakukan demi menjaga produktivitas pangan di wilayahnya serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data, lahan pertanian di Jawa Tengah sekitar 1,5 juta hektare. Dari luasan itu, pada 2025 lalu produktivitas padi atau gabah kering giling (GKG) dapat mencapai hampir 11 juta ton dan berkontribusi sebesar 15,6% gabah kering nasional.

Sementara untuk tahun 2026 ini ditargetkan produksi padi di Jawa Tengah hingga akhir tahun sebesar 10,5 juta ton.

“Sawah hilang tidak mungkin akan kembali. Kita perlu mempertahankan luas lahan pertanian, agar jangan sampai beralih fungsi,” tegas Luthfi.

Bahkan, dikatakan dia, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jateng sudah melebihi target minimum 87%. Hal itu sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN. Walaupun demikian, untuk di beberapa daerah perkotaan masih terkendala, karena terbatasnya lahan. (*)

Editor: Triantotus

Komentar