Wagub Taj Yasin: Museum Bukan Ruang Sunyi Tapi Sumber Pengetahuan Pahami Karakter, Kebudayaan dan Peradaban Bangsa

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan kebudayaan melalui museum.

Menurutnya, museum tidak semestinya dipandang sebagai ruang sunyi yang hanya menyimpan benda-benda peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan untuk memahami karakter, kebudayaan, dan peradaban bangsa.

banner 300x250

“Jangan anggap museum ini ruang yang sunyi, ruang yang menyimpan benda-benda kuno saja. Akan tetapi dari kesunyian itu memiliki nilai yang luar biasa,” ujar Taj Yasin saat membuka acara Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Kota Semarang, Rabu, 16 September 2026.

BACA JUGA  Bahayakan Warga dan Rumah, Pohon Lapuk Pinggir Jalan Ditebang

Sebab, menurutnya, kebudayaan merupakan salah satu unsur penting yang membentuk karakter suatu bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap sejarah dan budaya perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Kebudayaan ini tidak hanya kita pelajari, tetapi perlu kita praktikkan, kita laksanakan. Karena kebudayaan kalau ada jeda saja, itu akan ada perubahan-perubahan. Maka kesinambungan itu harus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Taj Yasin juga menekankan pentingnya museum sebagai tempat belajar sekaligus ruang penelitian. Berbagai benda dan peninggalan sejarah yang tersimpan di museum, kata dia, dapat menjadi sumber untuk memahami perkembangan peradaban dari masa ke masa.

BACA JUGA  Konsumen Harus Tahu HET LPG 3 Kg, Jika Membeli Diatas HET Rp18.000 Harus Berani Lapor

Menurutnya, banyak peneliti dari luar negeri yang datang ke Indonesia, termasuk Jawa Tengah, untuk mempelajari peninggalan sejarah dan kebudayaan Nusantara. Penelitian tersebut bahkan dilakukan dalam waktu yang cukup panjang.

Ia menyebut, sejumlah peninggalan sejarah di Jawa Tengah menjadi objek penelitian, termasuk kawasan candi dan situs budaya. Hasil penelitian terhadap peninggalan tersebut, kata Taj Yasin, dapat membantu mengungkap berbagai peradaban masa lalu.

BACA JUGA  Mahasiswa PPG BK Unisri Gandeng Karang Taruna Bhakti Manunggal Papahan Cegah Cyberbullying melalui Art Therapy

Karena itu, ia mengapresiasi kehadiran para pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan belajar bersama museum. Taj Yasin berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan kebudayaan.

“Terima kasih kepada adik-adik khususnya yang hari ini mau hadir di museum ini untuk bersama-sama belajar,” ujarnya.

Ia berharap museum semakin dikenal sebagai ruang pembelajaran yang hidup dan mampu mempertemukan generasi muda dengan berbagai pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan peradaban Nusantara. (*)

Editor: Triantotus

Komentar