Mahasiswa PPG BK Unisri Gandeng Karang Taruna Bhakti Manunggal Papahan Cegah Cyberbullying melalui Art Therapy

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Mahasiswa Kelompok 2 Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan di Dusun Papahan, Karanganyar, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Kontrol Diri Remaja Melalui Art Therapy sebagai Upaya Mencegah Perilaku Cyberbullying” bersama Karang Taruna Bhakti Manunggal.

banner 300x250

Kegiatan diikuti 17 anggota Karang Taruna Bhakti Manunggal. Acara tersebut turut dihadiri dosen pembimbing Dr Ayu Istiana Sari, SPd, MPd serta Nanang Daryanto, AMd, Kepala Dusun Papahan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPG BK memberikan edukasi mengenai bahaya cyberbullying sekaligus mengajak peserta untuk lebih memahami pentingnya menjaga perilaku dan komunikasi di ruang digital.

Edukasi dikemas secara interaktif agar peserta tidak hanya memahami dampak cyberbullying, tetapi juga mampu mengenali pentingnya mengontrol diri sebelum memberikan komentar, mengunggah, maupun membagikan sesuatu di media sosial.

Dosen pembimbing kegiatan, Dr Ayu Istiana Sari, SPd, MPd, menyampaikan mahasiswa PPG diharapkan tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Proyek Kepemimpinan menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Mahasiswa PPG harus melakukan hal yang berdampak pada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya anggota Karang Taruna Bhakti Manunggal,” ujarnya.

Nanang Daryanto, AMd, Kepala Dusun Papahan menilai tema yang diangkat mahasiswa relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan komunikasi melalui media digital.

Ia menguatkan pesan tersebut dengan mengaitkannya dengan ungkapan yang telah dikenal sejak dahulu, “mulutmu harimaumu”, yang kini dapat dimaknai kembali dalam konteks perkembangan teknologi menjadi “jarimu adalah harimaumu.”

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa setiap tulisan, komentar, maupun unggahan di media sosial dapat memberikan dampak bagi orang lain sehingga perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai cyberbullying yang disampaikan oleh Dian Setyaningsih, SPd. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi cyberbullying di lingkungan digital.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai kesehatan mental yang disampaikan oleh Dyah Kartika Hendarti, SPd. Materi tersebut mengajak peserta untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali emosi, serta membangun kemampuan mengelola perasaan secara positif.

Setelah mendapatkan materi, peserta diajak mengikuti kegiatan art therapy melalui aktivitas melukis pada canvas. Peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan emosi, pengalaman, maupun perasaan yang sulit disampaikan secara verbal ke dalam bentuk gambar dan warna.

Kegiatan melukis tersebut menjadi salah satu bentuk aktivitas kreatif untuk membantu peserta mengekspresikan diri sekaligus melakukan refleksi terhadap pengalaman dan emosi yang mereka rasakan.

Peserta tampak antusias menuangkan ide dan kreativitas masing-masing ke dalam canvas. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil karya. Beberapa perwakilan peserta diminta untuk menjelaskan makna, pesan, dan maksud dari gambar yang telah mereka buat.

Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk belajar mengungkapkan perasaan serta menghargai pengalaman dan perspektif orang lain.

Sebagai penutup, peserta mengikuti kegiatan “Bingkai Harapan”. Peserta menuliskan harapan atau perubahan positif yang ingin mereka bawa setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan tersebut kemudian ditempelkan pada media yang telah disediakan sebagai bentuk refleksi dan komitmen bersama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG BK Unisri berharap anggota Karang Taruna Bhakti Manunggal dapat semakin memahami bahaya cyberbullying, memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mental, serta mampu mengembangkan kontrol diri dalam menggunakan media sosial.

Selain itu, kegiatan art therapy diharapkan dapat menjadi sarana positif bagi remaja untuk mengekspresikan emosi dan membangun kebiasaan mengelola perasaan secara sehat. (*)

Editor: Suryono

Komentar