Portalika.com [SURAKARTA] – Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta. Memasuki hari ketiga status tanggap darurat bencana, berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas.
Waliota Surakarta, Respati Ardi bersama sejumlah pejabat terkait meninjau kondisi TPA Putri Cempo, Sabtu, 5 September 2026 pagi. Dalam kesempatan tersebut, Respati berkoordinasi dengan Danlanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badwai terkait langkah penanganan lanjutan kebakaran.
Turut hadir dalam koordinasi tersebut Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, bersama jajaran OPD terkait.
Respati mengatakan, penanganan kebakaran terus dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, pemadam kebakaran, relawan, pemerintah daerah, hingga dukungan dari daerah lain.
Sejak status tanggap darurat ditetapkan, Pemkot Surakarta juga telah berkoordinasi dengan BNPB serta meminta dukungan dari TNI Angkatan Udara dan Lanud untuk memperkuat upaya pemadaman.
Menurut Respati, pemantauan menggunakan geotermal dari udara pada Jumat, 4 September 2026 malam masih menunjukkan adanya api di dalam timbunan sampah.
“Kita lihat dari geotermal semalam kita ambil dari atas, memang masih ada api di dalam,” kata Respati.
Kondisi tersebut menjadi dasar untuk menambah dukungan water bombing. Pemkot Surakarta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar operasi pemadaman dari udara dapat kembali dilakukan dengan dukungan helikopter water bombing yang menggunakan sistem Bambi Bucket.
“Karena itu kita menambahkan jumlah water bombing-nya nanti ke depan. Kita secepatnya kita selesaikan,” ujar Respati.
Selain penambahan water bombing, Pemkot Surakarta juga mengupayakan modifikasi cuaca. Untuk itu, Pemkot telah bersurat kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memohon dukungan pelaksanaan modifikasi cuaca.
“Kita juga bersurat ke BMKG untuk permohonan modifikasi cuaca. Target selesai benar-benar padam secepatnya, secepat-cepatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Marsma TNI Henri Ahmad Badwai mengatakan koordinasi lintas unsur terus dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran. Menurutnya, pemadaman harus dilakukan secara cepat agar zonasi kebakaran tidak semakin meluas.
“Kita harus melaksanakan tanggap reaksi dengan cepat agar zonasi kebakaran tidak meluas,” ujar Henri.
Ia menyebut koordinasi juga dilakukan dengan satuan samping maupun satuan atas, termasuk TNI Angkatan Darat, untuk mengupayakan tambahan dukungan berupa helikopter water bombing dengan sistem Bambi Bucket.
“Diharapkan dengan segera kita akan mendapat dukungan itu karena zonasi yang terbakar sepertinya cukup luas sehingga segera mungkin kita bisa dipercepat untuk dipadamkan,” katanya.
Pemadaman dari darat juga tetap dilakukan secara kontinu dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran dan unsur pendukung lainnya, terutama untuk menangani titik api di zona B.
Respati menegaskan, seluruh upaya tersebut dilakukan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak berlarut-larut. Pemerintah Kota Surakarta juga memastikan kondisi warga tetap menjadi perhatian selama proses penanganan berlangsung.
“Kami terus memastikan warga bisa berkegiatan seperti biasa. Itu tugas kami untuk membuat kenyamanan warga tetap terjaga,” ujarnya.
Respati turut menyampaikan apresiasi kepada TNI AU, Lanud, TNI-Polri, pemadam kebakaran, relawan, serta berbagai daerah yang telah memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.
“Ini gotong royong semuanya. Banyak sekali juga dari kota-kota lain, kabupaten lain, damkar terus berdatangan. Saya ucapkan terima kasih,” katanya.
Penanganan kebakaran TPA Putri Cempo hingga kini masih berlangsung secara intensif. Penambahan water bombing dan upaya modifikasi cuaca menjadi bagian dari langkah Pemkot Surakarta untuk mempercepat pemadaman dan memastikan api dapat dikendalikan secara menyeluruh. (Ariyanto)












Komentar