Lansia Segar Desa Bero Ingin Jadi Agen Perubahan Bukan Beban Tapi Aset Inspirator Bagi Generasi Muda

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Warga lanjut usia (lansia) tak selamanya menjadi beban masyarakat, terbukti di Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri para lansia memenuhi kebutuhan secara mandiri.

Mereka berkumpul di pendapa Kantor Desa Bero, berkumpul, tertawa lepas dan cekatan dalam fun training, Sabtu, 9 Agustus 2025. Para lansia mengikuti Program pengabdian masyarakat “Lansia Segar, Sehat, Gembira, Berharga” dari pukul 08.30 WIB hingga jam 15.30 WIB.

banner 300x250

Diukur dari jumlah jam maka tujuh jam duduk, mendengarkan materi, bermain bersama dan mensikronkan perintah instruktur dengan alur pikir tidak gampang dan menjemukan.

Namun mereka tetap senang mengikuti acara hingga usai. Kartika Puspitasari, Penggerak Swadaya Masyarakat Kemendesa PDT asal Desa Bero, menjelaskan kegiatan ini bertujuan membekali lansia dengan wawasan pola hidup sehat dan fisioterapi sederhana untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kepercayaan diri.

“Melalui pendekatan humanis, program ini juga mendorong pembentukan komunitas lansia yang mandiri dan produktif secara ekonomi, memberi mereka peran aktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Umum DPP PSI

Acara fun training menghadirkan fasilitator berpengalaman, seperti Ken Sasmita (Certified Trainer Pemberdayaan Masyarakat), Kartika Puspitasari (Penggerak Swadaya Masyarakat Kemendesa PDT), dan Lusi Natalia (Fisioterapis).

Kolaborasi dengan Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma, PT Berkat Prima Sakti, PT Luas Birus Utama, PT Esa Medika Mandiri, dan Nata Home memastikan kegiatan ini berjalan komprehensif.

“Kami menyambut baik gagasan agar lansia di Desa Bero lebih peduli terhadap kesehatan tubuh, semangat dalam menjalani usia senja, dan tetap berkontribusi untuk keluarga dan lingkungannya,” ujar Roh Edy, Kepala Desa Bero.

Portalika.com/Ist

Untuk mengikuti kegiatan itu tidak gampang karena ada pendaftaran dan seleksi peserta dilakukan oleh Sekretariat Desa Bero. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses mudah bagi warga setempat dan pelibatan unsur pendamping masyarakat untuk mendukung peran kelompok Lansia.

Program ini menawarkan edukasi pola hidup sehat, termasuk nutrisi seimbang, olahraga ringan, dan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, yang menurut Riskesdas 2018 menjadi masalah utama lansia di Indonesia.

BACA JUGA  Mengenal Nature Play Education Di SDN Sambirejo Melalui Projek Mata Kuliah Keslametriyadian

Sesi fisioterapi sederhana dipandu oleh Lusi Natalia, mengajarkan gerakan untuk menjaga fleksibilitas sendi dan mengurangi nyeri akibat proses penuaan.

“Fisioterapi sederhana bisa membantu lansia tetap aktif, dengan latihan gerakan sendi serta keseimbangan tubuh” ujar Lusi.

Pendekatan ini sejalan dengan program Kemenkes untuk lansia sehat, aktif, dan mandiri melalui Posyandu Lansia. Perhatian terhadap kesehatan lansia juga disertai dengan praktek penggunaan alat medis rumah tangga seperti tensi meter, oksimeter serta alat tes gula darah dengan dipandu Sri Widodo dari Fakultas Vokasi Universitas Sanata Dharma yang fokus pada program studi Elektro Medis.

Selain kesehatan, program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial. Lansia akan diajak menemukan potensi diri, seperti membuat kerajinan tangan atau berpartisipasi dalam kegiatan produktif lainnya, untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

BACA JUGA  Gen Z E-Sport Mobile Legends Seri ke-10, Tim Tuan Muda SMAN 1 Tawangsari Juara Pertama

“Saya ingin tetap bermanfaat, mungkin dengan membuat kerajinan atau usaha peternakan,” kata Sri Raharjo, seorang lansia di Desa Bero.

Kegiatan ini juga mendorong pembentukan komunitas lansia, sebagai wadah untuk mempererat solidaritas dan mendukung kemandirian dengan kegiatan yang lebih variatif dan produktif.

Dengan komposisi penduduk 74,3% lansia di Indonesia masih mandiri, program ini diharapkan memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat.

“Kegiatan kelompok lansia dapat disinergikan dengan dukungan dana desa melalui perencanaan RKP Desa agar semakin optimal,” demikian arahan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan di Desa Bero, yang berjarak hanya 24 km dari ibu kota Wonogiri, juga menjadi inspirasi bagi desa lain untuk memberdayakan lansia.

“Lansia bukan beban, tetapi aset berharga yang bisa menginspirasi generasi muda,” ujar Kartika Puspitasari. (Triantotus)

Komentar