Portalika.com [SURAKARTA] – Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga stabilitas moneter nasional, tetapi juga dalam mendukung penguatan ekonomi dan keuangan di tingkat daerah.
Peran tersebut dijalankan melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia di berbagai wilayah, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, yang aktif bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu unit yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan fungsi tersebut adalah Unit Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (IKEKD). Unit ini berfokus pada penguatan analisis ekonomi daerah, pengembangan UMKM, perluasan keuangan inklusif, serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Melalui unit ini, kebijakan Bank Indonesia diimplementasikan secara nyata dan terukur di tingkat daerah.
Melalui program magang yang dilaksanakan pada bulan November, Ayu Intan Febriana, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta, memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung implementasi kebijakan ekonomi dan keuangan daerah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo.
Program magang ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan praktik kebijakan di lapangan.
Selama pelaksanaan magang, Ayu Intan Febriana terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung di Unit IKEKD, seperti pengolahan dan pencatatan data ekonomi dan keuangan daerah, asistensi kegiatan pengembangan UMKM, serta penyusunan dokumentasi dan laporan kegiatan unit.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya akurasi data, ketelitian administrasi, serta koordinasi antarlembaga dalam mendukung perumusan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi daerah.
Pengalaman magang ini memberikan nilai tambah yang signifikan, khususnya bagi mahasiswa akuntansi. Selain memperluas wawasan mengenai peran bank sentral dalam konteks regional, kegiatan magang juga melatih kemampuan analitis, profesionalisme kerja, serta pemahaman terhadap dinamika ekonomi dan keuangan daerah.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan tantangan profesi ke depan.
Sinergi antara dunia akademik dan institusi strategis seperti Bank Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Program magang menjadi jembatan pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi dan keuangan daerah secara berkelanjutan. (*)
Editor: Suryono












Komentar