CERIA: Mahasiswa KKN-T IPB University Tanamkan Karakter Positif dan Edukasi Anti-Bullying bagi Siswa SD di Desa Cangkring

Pendekatan CBT dan Media Pohon Harapan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Sekolah dasar merupakan salah satu lingkungan penting dalam membentuk karakter, perilaku, dan kesehatan mental anak. Selain memperoleh pengetahuan akademik, siswa juga perlu dibekali dengan nilai-nilai karakter positif serta pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T IPB University Desa Cangkring menyelenggarakan program CERIA (Cerdas Berkarakter, Ramah, dan Anti Bullying) di SD Negeri 1 Cangkring pada 14 dan 17 Juli 2026, serta SD Negeri 2 Cangkring pada 22 Juli 2026.

Program CERIA merupakan kegiatan edukasi yang dirancang untuk memperkuat karakter dan kesehatan mental siswa melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T IPB University berupaya menanamkan nilai-nilai karakter positif sejak dini, meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying, serta melatih kemampuan berpikir positif melalui pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT).

banner 300x250
Memberikan pemahaman mengenai jenis dan dampak perundungan kepada siswa SD Negeri 2 Cangkring, Rabu (22/7/2026). (Foto: Dok.)

“Kami percaya bahwa pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usia dini. Melalui program CERIA, kami berharap siswa memiliki bekal untuk menjadi pribadi yang ramah, saling menghargai, serta mampu membangun lingkungan belajar yang positif bersama teman-temannya,” ujar Jody Lawana Maheswara, Ketua Tim KKN-T IPB University Desa Cangkring.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Dwi Asas Karakter oleh Salsabila Ayunani Rizqi, mahasiswa Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University sekaligus anggota tim KKN-T Desa Cangkring. Penyampaian materi dilakukan melalui metode yang interaktif dengan memanfaatkan video animasi sehingga siswa lebih mudah memahami nilai-nilai karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak untuk mengenali pentingnya sikap jujur, bertanggung jawab, saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta menerapkan perilaku baik baik di sekolah maupun di rumah.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Nadratunnaim, mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University, yang membahas mengenai anti-bullying. Pada sesi ini, siswa dikenalkan dengan pengertian bullying, berbagai bentuk perilaku bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikan bullying. Melalui diskusi interaktif dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami pentingnya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi diri menggunakan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang dipandu oleh Qonita Hadaya Eka Hikmahputri Dinanti, mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University. Melalui media Pohon Harapan, siswa diajak merefleksikan pengalaman maupun perasaan yang pernah dialami berkaitan dengan perilaku bullying, kemudian diarahkan untuk membangun pola pikir yang lebih positif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Pendekatan ini bertujuan membantu siswa memahami bahwa cara berpikir positif akan memengaruhi sikap dan perilaku mereka dalam berinteraksi dengan teman maupun lingkungan sekitar.

Kegiatan refleksi ditutup dengan aktivitas menuliskan impian dan cita-cita pada secarik kertas, kemudian menempelkannya bersama-sama pada media Pohon Harapan yang telah disiapkan oleh tim KKN-T IPB University. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki harapan, potensi, dan masa depan yang perlu didukung melalui lingkungan belajar yang sehat, aman, serta bebas dari bullying.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pendapat, mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran, serta berpartisipasi dalam setiap sesi dengan penuh semangat. Suasana kelas yang interaktif membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus mendorong siswa untuk berani mengekspresikan pendapat dan menghargai teman-temannya.

Melalui program CERIA, mahasiswa KKN-T IPB University berharap nilai-nilai karakter positif yang telah ditanamkan dapat terus diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi mengenai pencegahan bullying serta latihan berpikir positif melalui pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, inklusif, dan berkarakter. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui pendidikan karakter dan penguatan kesehatan mental. (*)

Komentar