KKN-T IPB University Dorong Promosi UMKM Desa Mojoreno melalui Program ECOMOTION

Dampingi Tujuh UMKM Unggulan Desa Mojoreno

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University melaksanakan program ECOMOTION (Economy Mojoreno Promotion) sebagai upaya mendukung penguatan identitas dan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Desa Mojoreno memiliki beragam UMKM yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus menghasilkan produk khas Wonogiri yang dikenal oleh masyarakat. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam aspek promosi dan pemasaran digital. Banyak UMKM yang belum memiliki identitas visual berupa logo usaha, dokumentasi produk yang menarik, lokasi usaha yang terdokumentasi secara digital, maupun media promosi yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IPB University menghadirkan Program ECOMOTION sebagai salah satu program unggulan di bidang pengembangan ekonomi desa.

banner 300x250
Penyusunan katalog digital UMKM Mojoreno yang diunggah ke akun media sosial @otw.mojoreno. (Foto: Dok.)

Pelaksanaan program diawali dengan observasi dan pendataan langsung ke setiap UMKM. Mahasiswa melakukan wawancara bersama pemilik usaha untuk memperoleh informasi mengenai sejarah usaha, proses produksi, bahan baku, kapasitas produksi, strategi pemasaran, hingga berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi. Pendekatan ini dilakukan agar solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha sekaligus menghasilkan data UMKM yang lebih lengkap dan akurat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil mendokumentasikan tujuh UMKM unggulan Desa Mojoreno, yaitu Sifa Sari Kedelai, Marneng, Intip Hadi Jaya, Keripik Singkong TR Bu Yanti, Karak, Rambak Bilqis, dan Eco Jamur. Ketujuh UMKM tersebut merupakan usaha lokal yang telah berkembang selama bertahun-tahun dan menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa. Sebagian besar produknya juga dikenal sebagai makanan khas Wonogiri yang banyak diminati masyarakat maupun wisatawan sebagai oleh-oleh.

Salah satu UMKM yang menjadi sasaran pendampingan adalah Sifa Sari Kedelai, usaha rumahan yang telah berdiri sejak tahun 2000 dan memproduksi susu kedelai berbahan baku kedelai alami tanpa bahan pengawet. Dengan tambahan rempah-rempah seperti daun pandan, serai, dan daun jeruk, produk ini memiliki cita rasa khas dan dipasarkan setiap hari melalui pedagang sayur keliling maupun Pasar Sidoharjo.

Mahasiswa juga melakukan pendampingan pada usaha Marneng, camilan berbahan dasar jagung lokal yang diproduksi dengan cita rasa khas Wonogiri. Produk ini tersedia dalam berbagai ukuran kemasan dengan varian rasa original dan pedas manis serta telah dipasarkan ke berbagai wilayah sekitar Kabupaten Wonogiri.

Pendampingan berikutnya dilakukan pada Intip Hadi Jaya, usaha yang telah berdiri sejak tahun 2006 dan memproduksi intip serta grubi khas Wonogiri. Selain mendokumentasikan profil usaha, mahasiswa membantu menyusun identitas visual berupa logo usaha sehingga produk memiliki citra yang lebih profesional ketika dipasarkan melalui media digital.

Program ECOMOTION juga menyasar TR Bu Yanti, usaha keripik singkong yang telah berdiri sejak tahun 1997. Usaha ini memanfaatkan singkong yang diperoleh langsung dari petani lokal Desa Mojoreno sebagai bahan baku utama. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, TR Bu Yanti berhasil mempertahankan kualitas produknya melalui proses produksi yang higienis sehingga menghasilkan keripik singkong dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih. Produk dipasarkan ke berbagai toko dan minimarket di wilayah Kebon Agung serta menjadi salah satu camilan khas yang diminati masyarakat.

Selain itu, mahasiswa melakukan pendampingan pada usaha Karak, makanan tradisional berbahan dasar nasi yang telah diproduksi sejak tahun 1965, serta Rambak Bilqis, usaha rambak berbahan dasar tepung tapioka yang telah dipasarkan hingga luar daerah. Kedua UMKM tersebut menunjukkan bahwa produk tradisional memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan strategi pemasaran yang lebih modern.

UMKM terakhir yang menjadi bagian dari program ini adalah Eco Jamur, usaha budidaya jamur yang memproduksi bibit jamur kuping dan jamur tiram. Mahasiswa mengamati secara langsung proses pembuatan baglog, sterilisasi media tanam, hingga proses inkubasi dan panen sebagai dasar penyusunan profil usaha sekaligus media promosi digital yang informatif.

Sebagai bentuk implementasi Program ECOMOTION, mahasiswa menghasilkan berbagai luaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Luaran tersebut meliputi penyusunan katalog digital UMKM Desa Mojoreno, pembuatan logo usaha, dokumentasi foto produk, penambahan titik lokasi Google Maps, serta publikasi profil usaha melalui website desa dan media sosial @otw.mojoreno. Selain menjadi media promosi, berbagai luaran tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas usaha sehingga lebih mudah dikenali oleh masyarakat dan calon konsumen.

Katalog UMKM yang disusun memuat informasi lengkap mengenai profil usaha, sejarah berdirinya usaha, produk yang dihasilkan, bahan baku, kapasitas produksi, harga produk, proses produksi, keunggulan produk, hingga informasi kontak pelaku usaha. Dengan adanya katalog tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai produk unggulan Desa Mojoreno secara lebih mudah, sementara pelaku UMKM memiliki media promosi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Program ECOMOTION mendapat sambutan yang sangat positif dari para pelaku UMKM. Mereka mengaku terbantu dengan adanya pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN-T IPB University, terutama dalam memperkuat identitas usaha dan memperkenalkan produk melalui berbagai platform digital. Selama ini sebagian besar pelaku usaha belum memiliki logo, katalog usaha, maupun dokumentasi produk yang dapat digunakan sebagai media promosi.

Salah satu pelaku UMKM Desa Mojoreno menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada adik-adik KKN IPB yang sudah membantu membuatkan katalog, foto produk, hingga mengenalkan usaha kami melalui media sosial. Semoga dengan adanya program ini usaha kami semakin dikenal masyarakat dan penjualannya juga semakin meningkat,” ungkapnya.

Melalui Program ECOMOTION, mahasiswa KKN-T IPB University menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga melalui penguatan branding, digitalisasi informasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai media promosi. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diharapkan mampu membangun ekosistem usaha lokal yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. Ke depan, produk-produk unggulan Desa Mojoreno diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas, memiliki daya saing yang lebih tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Penulis:

  1. M. Shobuddin S.Ag., M.Si
  2. Belysta Disa Setiawan
  3. Reviana Aulia Sabrina

Jurusan : Sains Komunukasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB UNIVERSITY

Komentar