Mahasiswa KKN-T IPB Rancang Empat Program Intervensi Berbasis Kebutuhan Masyarakat, Perkuat Sinergi Pembangunan di Desa Tremes

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University, Wonogirikab07, menyelenggarakan lokakarya pemaparan program kerja sebagai forum sosialisasi rencana intervensi pembangunan kepada pemangku kepentingan Desa Tremes, Kecamatan Sidoharjo,Kabupaten Wonogiri, Selasa, 14 Juli 2026 di Kantor Balaidesa Tremes.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan partisipatif dalam rangkaian pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.

banner 300x250

Lokakarya dihadiri tokoh-tokoh masyarakat desa, meliputi Kepala Desa Tremes, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), kepala sekolah, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta perwakilan masyarakat setempat.

Keterlibatan multi pemangku kepentingan ini dimaksudkan untuk memperoleh umpan balik yang komprehensif sekaligus membangun legitimasi sosial atas program yang akan dilaksanakan.

Empat Program Intervensi untuk Desa Tremes

Muthia Rizki salah satu mahasiswa KKN IPB menjelaskan, dalam pemaparannya, mahasiswa KKN-T IPB memperkenalkan empat program kerja unggulan yang dirancang berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat Desa Tremes pada aspek pendidikan, pertanian, dan kesehatan.

Program pertama, Sahabat (Saling Hargai dan Bersama Anti-Bullying), bertujuan menumbuhkan kesadaran anti-perundungan di kalangan siswa sekolah dasar kelas 1-3 melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan suasana saling menghargai antar sesama peserta didik.

Program kedua Gerakan Anak Sigap, difokuskan pada edukasi mengenai pelecehan seksual bagi anak-anak untuk kelas 4-6 siswa sekolah dasar. Program ini bertujuan membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar untuk mengenali potensi ancaman dan cara melindungi diri.

Selain itu, program ini juga mendorong anak-anak agar lebih berani dan percaya diri untuk mengungkapkan pengalaman atau situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang mereka percaya.

Program ketiga, Pestani (Pestisida Nabati), menyasar sektor pertanian melalui pengenalan metode pembuatan pestisida berbahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan bagi petani.

Program ini digagas untuk mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi hama tikus, serangga dan burung yang mengganggu kualitas tanaman.

Program keempat, Gesit (Gerakan Sehat, Aktif, dan Inspiratif Tremes), diwujudkan dalam bentuk perbaikan sederhana pada salah satu lapangan voli desa, penyelenggaraan senam bersama, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Program ini bertujuan meningkatkan aktivitas fisik, mendorong penerapan gaya hidup sehat, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat Desa Tremes akan pentingnya menjaga kesehatan.

Sesi Diskusi dan Dukungan Pemangku Kepentingan

Lokakarya turut diisi dengan sesi diskusi dan umpan balik dari para tokoh masyarakat yang hadir. Kepala Desa Tremes menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T IPB dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program yang telah dipaparkan, serta menyampaikan harapan agar program-program tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala sekolah yang hadir turut memberikan tanggapan positif, khususnya terhadap program Sahabat dan Gerakan Anak Sigap, serta menyampaikan kesiapan pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan kedua program tersebut di lingkungan pendidikan setempat.

Sejumlah masukan turut disampaikan agar materi edukasi dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa pada setiap jenjang kelas.

Sementara itu, Ketua Gapoktan menyambut baik program Pestani dan menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar petani dapat menerapkan pembuatan dan penggunaan pestisida nabati secara mandiri.

Sejumlah saran teknis turut disampaikan terkait penyesuaian program dengan kondisi lahan dan pola tanam masyarakat setempat.

Harapan ke Depan

Melalui lokakarya ini, mahasiswa KKN-T IPB kelompok Wonogirikab07 berharap dapat membangun sinergi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat Desa Tremes selama masa pelaksanaan program pengabdian.

Dukungan dan masukan yang disampaikan oleh Kepala Desa, kepala sekolah, dan Ketua Gapoktan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menyempurnakan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tremes. (*)

Penulis: Muthia Risky Fadhilah, Mahasiswa KKN-T IPB Wonogirikab07

Editor: Triantotus

Komentar