Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip), Semarang menyelenggarakan kegiatan pelatihan anti-bullying yang bertajuk I Saw Bullied, I Action on It, I Report It! di SD Negeri 5 Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini diikuti 65 siswa kelas I hingga kelas VI dengan tujuan untuk membangun kesadaran dan keberanian dalam menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Acara ini merupakan bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diadakan pada 25 Juli 2024 di SD Negeri 5 Gayam serta turut dihadiri oleh berbagai pihak seperti anggota Polri, TNI, perwakilan dari kelurahan, serta para wali murid.
Kehadiran mereka memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan betapa seriusnya perhatian terhadap isu bullying di lingkungan sekolah. Rangkaian kegiatan MPLS dimulai dari pemaparan kepala sekolah, dilanjut dengan penguatan dari anggota Polri dan TNI, dan diakhiri dengan pemaparan dari mahasiswa KKN Universitas Diponegoro.
Baca juga: Paving Block Dari Limbah Plastik? Begini Peran Mahasiswa KKN Undip Di Eromoko
Puti Nadhira Lenggogeni, salah satu mahasiswa KKN Undip, menjadi salah satu pembicara dalam pelatihan ini. Puti memberikan materi yang komprehensif mengenai bullying, dimulai dengan pengertian bullying dan bagaimana bentuk-bentuk perilaku ini dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak, Puti menjelaskan berbagai bentuk bullying yang terdiri dari bullying fisik, verbal dan psikis. Khususnya pada pelatihan ini, tidak hanya memberikan pemahaman, Puti juga membekali para siswa dengan cara-cara untuk mengatasi bullying.
Ia menekankan pentingnya berani bertindak dan melaporkan kejadian bullying kepada guru atau orang tua yang bisa dipercaya. Puti mengajarkan pada siswa untuk tidak takut melaporkan perilaku bullying, baik yang dialami sendiri maupun yang dilihat terjadi pada teman.
Langkah ini penting agar kasus bullying bisa segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk. Materi yang disampaikan juga mencakup dampak negatif dari bullying, baik bagi korban maupun pelaku.
Puti menjelaskan bahwa bullying dapat menyebabkan masalah emosi, rendahnya harga diri, perasaan tertekan, suka menyendiri dan perasaan tidak aman bagi korban.
Sementara itu, pelaku bullying juga berisiko menjadi lebih agresif dan terlibat dalam kelompok serta aktivitas kenakalan yang lain.
Acara ini mendapat respon positif dari siswa yang terlihat aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai definisi bullying yang telah dipahami beserta contohnya.
Di akhir sesi, seluruh siswa, guru dan mahasiswa KKN Undip melakukan deklarasi anti-bullying yang dilakukan dengan cara mengecap tangan menggunakan cat air aneka warna. Cap tangan bentuk deklarasi ini kemudian dilakukan di samping perpustakaan sekolah.
Lewat aksi deklarasi ini, antusiasme siswa dalam kegiatan meningkat dan menciptakan kegiatan yang menyenangkan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bullying dan keberanian untuk bertindak, para siswa di SD Negeri 5 Gayam diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan bebas dari perilaku bullying.
Tidak hanya itu, Puti juga melaksanakan kegiatan Pelatihan Progressive Muscle Relaxation (PMR) Untuk Mengatasi Insomnia pada Lansia yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus di Posyandu Ngudi Waras IV. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro di Kelurahan Gayam juga memiliki serangkaian kegiatan.
Salah satunya adalah melaksanakan kegiatan Geliga – Gerakan Lindungi Gizi Anak – sebagai sebuah upaya penurunan serta pencegahan angka stunting di Kelurahan Gayam. Kemudian, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah kegiatan pemberdayaan UMKM dengan nama kegiatan Menggali Potensi UMKM Melalui E-commerce, Media Sosial dan Pembuatan NIB. Serangkaian kegiatan tersebut merupakan sebuah upaya untuk menyelesaikan permasalahan di Kelurahan Gayam. (*)
Penulis: Puti Nadhira Lenggogeni
Editor: Suryono












Komentar