Portalika.com [SOLO] – Kendati perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solo kian dekat, Pengageng Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara (MN) X yang diusung sejumlah pihak sebagai salah satu bakal calon walikota Solo, masih belum tegas menerima pinangan Sahabat Ara.
“Nanti dulu saja yang penting terbaik bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat itu yang paling penting. Semua kan mengalir mengikuti proses. Kan waktu masih panjang…,” ujar MN X menjawab pertanyaan jurnalis saat ditanya kesiapan menjadi wali kota Solo di Gedung Pertemuan Dewa-Dewi, Gilingan, Banjarsari, Solo, Jateng, Senin. 5 Agustus 2024.
Kehadiran MN X di acara tersebut untuk menghadiri acara Konsolidasi Sahabat Bang Ara dan Stefanus Gusma mendukung Gusti Bhre. Karena itu sekitar 1.500 warga dari Kota Solo memenuhi gedung tersebut meski pendiri Sahabat Bang Ara yakni Maruarar Sirait tak hadir diwakili Joshua Sirait.
Kendati demikian dia juga mengaku tetap menjalin komunikasi dengan beberapa partai pegusung. Dengan demikian dia mengaku mendapat bayak masukan berharga.
MN X yang juga akrab disapa Gusti Bhre mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dari masyarakat baik saat ini dan yang sebelumya. Karena ini dianggap berkah bagi dirinya.
“Tentu itu sesuatu yang kami apresiasi dan hargai sebesar-besarnya. Kepada seluruh teman-teman semua termasuk teman-teman media kami berterima kasih,” papar dia.
Sementara itu penggagas acara, Stefanus Gusma mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Sahabat Bang Ara mengundang sekitar 1.500 orang dari unsur relawan dan karena dirinya juga di pemuda katolik maka mengundang teman-temannya dari gereja. Selain itu pihaknya juga melibatkan jejaring waktu pemenangan Prabowo-Gibran pada Pemilu lalu dan sebagainya.
Kegiatan itu digelar dengan keinginan agar Kota Solo ini lebih maju dan berbudaya. Sehingga apa yang sudah dilakukan Gibran dan Jokowi harus berlanjut.
Guna mewujudkan keinginan itu dia melihat sosok pemimpin muda yang dinilai pas melanjutkan pembangunan itu yaitu MN X. Karena itu pada kesempatan tersebut pihaknya meminta MN X untuk maju dalam pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Solo 2024.
“Kita berharap beliau mau karena beliau maju punya wawasan yang jejaringnya juga bagus sekali. Padahal beliau baru satu tahun lebih sedikit jumenengan tapi beliau sudah mampu mengubah citra Mangkunegaran dengan sangat luar biasa, mendatangkan banyak investasi pemberdayaan UMKM, saya rasa dia sosok yang cocok untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dilaksanakan Mas Gibran,” kata Gusma.
Serahkan Blangkon Dan Selop
Dia mengungkapkan Sahabat Bang Ara dan Gusma ini sebenarnya melanjutkan, kerja sama saat Pilpres. Ketika itu mereka juga memperjuangkan sampai menang pasangan Prabowo-Gibran dan akan berlanjut terus berjuang dan berharap MN X berkenan menerima pinangan.
“Tapi hari ini [Senin] beliau belum menjawab secara lugas [pinangan]. Tapi kami yakin dengan doa dan dukungan masyarakat apa yang terbaik bagi beliau kami akan dukung selalu. Yang terpenting Solo sudah menjadi sangat maju menjadi kota yang berbudaya dan kita tidak akan meninggalkan program-program strategis zaman pemerintahan Mas Gibran [wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka],” katanya.
Gusma berharap 17 titik pembangunan saat pemerintahan Gibran agar dilanjutkan terus sehingga masyarakat menikmati kesejahteraan. Tapi yang terpenting Kota Solo harus menjadi kota yang masyarakatnya guyub, gotong-royong dengan suasana aman sehingga bisa melakukan kegiatan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.
Dia mengakui kegiatan yang digelar Senin siang itu memang arahan Ara atau Maruarar Sirait sehingga Gusma yang ada di Solo memunculkan MN X. Gusma berharap agar MN X betul-betul dicalonkan sebagai calon walikota.
Dalam acara tersebut pihaknya juga menyerahkan blangkon dan selop kepada MN X. Makna pemberian selop dan blangkon tadi, kata Gusma, menurut Kanjeng Budaya bahwa kedua barang itu adalah merupakan ageman atau busana Langen Harjan.
“Untuk selop adalah simbol untuk berjalan ke depan sehingga, berkelanjutan dan sebagainya,” kata dia.
Konsolidasi ini juga dihadiri oleh relawan dan simpul-simpul Sahabat Bang Ara dan Stefanus Gusma juga menghadirkan pengamat politik, M Qodari untuk memberi wawasan politik terkait Pilkada mendatang.
Menurut Qodari ada 17 titik prioritas pembangunan di Kota Solo, dan 13 titik prioritas pembangunan sudah selesai dikerjakan Gibran sedangkan empat prioritas pembangunan belum selesai yaitu museum of Culture and Technology, Islamic Center, GOR Indoor Manahan dan Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat.
“Pertanyaannya siapa penerus keberhasilan di Kota Solo? Mas Bhre sosok yang pantas melanjutkan keberhasilan pembangunan itu. Ia seorang yang berwibawa dan merakyat. Memiliki wajah ningrat, berhati rakyat,” kata Qodari. (Iskandar)












Komentar