Mahasiswa KKN PPM Unisri Kelompok 41 Latih PKK Dukuh Joho Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromatik

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan kini bisa disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, ibu-ibu PKK Dukuh Joho, Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, mendapat pelatihan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromatik.

Kegiatan ini dipelopori oleh Dika Bayu Setiawan, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi dan Industri Pangan. Ia menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru.

banner 300x250

Menurut Dika minyak jelantah selama ini dianggap limbah, padahal bisa diolah menjadi lilin aromatik yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Dengan cara sederhana, masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan sekaligus menjaga lingkungan.

Sekitar 15 ibu-ibu PKK, 5 Agustus 2025 mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias. Selain sosialisasi tentang bahaya minyak jelantah, mereka juga diajak praktik langsung membuat lilin aromatik dengan bahan dan alat yang mudah didapatkan.

Dalam demonstrasi, lilin aromatik dibuat melalui beberapa langkah sederhana:

  1. Penyaringan Minyak – Minyak jelantah disaring menggunakan arang aktif dan didiamkan selama 24 jam agar lebih jernih.
  2. Pencampuran Bahan – Minyak jelantah yang sudah bersih dipanaskan, lalu ditambahkan lilin parafin/stearin sambil diaduk rata.
  3. Penambahan Aroma dan Warna – Pewarna (krayon) dan minyak esensial diteteskan sesuai selera untuk menghasilkan lilin beraroma wangi.
  4. Pencetakan – Campuran dituang ke dalam wadah yang telah dipasang sumbu di tengahnya.
  5. Pendinginan – Lilin didiamkan hingga mengeras dan siap digunakan.

Hasil akhir berupa lilin aromatik yang tidak hanya bisa dijadikan penerangan darurat, tetapi juga berfungsi sebagai pengharum ruangan, aroma terapi sekaligus dekorasi rumah.

Jika dipasarkan, produk ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dengan biaya produksi yang murah.

Kepala Desa Gumul menyambut baik program ini. Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga ibu-ibu PKK mampu memproduksi lilin aromatik secara mandiri dan menjadikannya peluang usaha UMKM di desa.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam mengelola limbah rumah tangga dan mampu menciptakan produk inovatif yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomis. (*)

Editor: Suryono

Komentar