Portalika.com [SRAGEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program kerja individu berupa edukasi literasi keuangan bagi siswa kelas IV SD Negeri Gesi 1, Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 diikuti 22 siswa itu mengangkat tema Pengenalan Literasi Keuangan melalui Pengelolaan Uang Saku Anak Sekolah Dasar sebagai Upaya Menanamkan Kebiasaan Mengelola Keuangan Sejak Dini.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mengenalkan literasi keuangan kepada anak sejak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada cara sederhana dalam mengelola uang saku yang mereka terima sehari-hari, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan finansial yang positif sejak usia sekolah.
Pada awal kegiatan, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenal dan menggunakan uang secara bijak.
Siswa diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan uang saku, seperti membeli makanan di kantin, membeli alat tulis, maupun menyimpan sebagian uang yang masih tersisa.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mahasiswa menjelaskan bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang perlu dipenuhi untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang bersifat tambahan dan dapat ditunda apabila belum menjadi prioritas.
Melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, peserta diajak mengidentifikasi berbagai jenis pengeluaran yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa kemudian diminta menentukan apakah pengeluaran tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan serta memberikan alasan atas pilihan yang mereka berikan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi dan aktivitas sederhana. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan prioritas dalam menggunakan uang saku.
Siswa dikenalkan pada konsep bahwa uang yang dimiliki tidak harus langsung dihabiskan, tetapi dapat direncanakan penggunaannya agar lebih bermanfaat. Sebagai bentuk penerapan materi, siswa diberikan lembar aktivitas yang berisi simulasi pengelolaan uang saku harian.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta menentukan penggunaan uang untuk kebutuhan, menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, serta mempertimbangkan kembali pembelian yang tidak menjadi prioritas.
Selama praktik berlangsung, mahasiswa memberikan pendampingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan prioritas penggunaan uang.
Pendekatan yang komunikatif membuat siswa lebih nyaman untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka selama penyampaian materi, diskusi, hingga praktik pengelolaan uang saku.
“Saya ingin mengenalkan kepada siswa bahwa kebiasaan mengelola uang dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu uang saku yang mereka terima sehari-hari. Dengan belajar membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, siswa diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini,” ujar Najwa mahasiswa pelaksana kegiatan tersebut.
Selain mengenalkan pengelolaan uang secara bijak, mahasiswa juga menanamkan pentingnya kebiasaan menabung. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar.
Menyisihkan sebagian kecil uang saku secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan keuangan.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa memberikan celengan kepada masing-masing dari 22 siswa. Pemberian celengan tersebut menjadi bentuk tindak lanjut dari materi menabung yang telah disampaikan selama kegiatan.
Siswa diharapkan dapat menggunakan celengan tersebut untuk mulai menyisihkan sebagian uang saku secara rutin dan menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mulai memahami bahwa uang tidak hanya digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat, tetapi juga perlu dikelola berdasarkan kebutuhan dan tujuan yang lebih bermanfaat.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan sederhana yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program edukasi literasi keuangan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan fisik, tetapi juga turut mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, khususnya pendidikan karakter dan literasi keuangan bagi anak.
Mahasiswa KKN Unisri berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak usia dini.
Dukungan dari pihak sekolah, guru, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat kebiasaan positif yang telah diperkenalkan selama kegiatan sehingga pembelajaran mengenai pengelolaan uang dapat terus diterapkan di lingkungan keluarga maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi yang sederhana dan aplikatif, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang lebih bijaksana dalam mengelola keuangan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, memiliki kebiasaan menabung, serta bertanggung jawab dalam menggunakan uang.
Dengan demikian, program kerja individu KKN ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi upaya dalam membentuk karakter finansial yang baik sejak usia dini. (*)
Penulis: Najwa Ardianathifa, Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Tahun Akademik 2025/2026
Editor: Triantotus












Komentar