Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan program Wanipiru untuk mengembangkan ekonomi Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri melalui proses digitalisasi pemasaran bagi UMKM lokal.
Kedelapan mahasiswa IPB dibawah bimbingan Dr Ir Ninuk Purnaningsih, MSi sebagai dosen pendamping lapangan menyelenggarakan program ini pada Selasa, 16 Juli 2024 di Balaidesa Ngambarsari.
Wanipiru, singkatan dari Warga Ngambarsari Pintar Usaha, merupakan program pelatihan pemasaran digital dengan mengoptimalkan penggunaan e-commerce dan media sosial sebagai produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pengembangan ekonomi lokal.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dalam menjangkau target pasar yang tepat, memperluas jaringan pasar, dan memastikan keberlanjutan bisnis guna meningkatkan pendapatan penjualan.
Pelatihan dihadiri 33 pelaku UMKM lokal Desa Ngambarsari, BUMDes Ngambarsari, dan Kepala Desa Ngambarsari. Kegiatan diadakan di Balaidesa Ngambarsari berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kepala Desa Ngambarsari, Fitri Hanany, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para mahasiswa IPB dalam membantu mengatasi permasalahan ekonomi desa melalui inovasi digital.
“Di zaman sekarang memang apa-apa serba mudah dan online termasuk juga dalam berjualan. Jadi walaupun mungkin sekarang materi pemasaran digital yang akan disampaikan oleh kakak-kakak KKN dari IPB Bogor ini cukup sulit untuk diadaptasi, tapi setidaknya panjenengan mau belajar dan punya bekal karena mau tidak mau teknologi semakin berkembang dan kita harus cepat dalam beradaptasi,” ujar Fitri Hanany.
Permasalahan utama yang dihadapi para pelaku UMKM di Ngambarsari adalah penjualan yang stagnan dan ketergantungan pada konsumen lokal. Meskipun infrastruktur internet di desa sudah cukup memadai, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam strategi berjualan secara online membuat warga masih pesimis dalam mengadopsi inovasi ini.
Oleh karena itu, program Wanipiru dirancang untuk memberikan intervensi berupa pelatihan yang efektif mengenai pemasaran digital serta tips dan trik dalam memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial.
Pelatihan ini mencakup topik Pemasaran Digital Berbasis e-commerce dan Media Sosial untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal. Para peserta diberikan materi tentang cara memanfaatkan e-commerce Shopee sebagai platform pemasaran produk dan media sosial Instagram untuk tujuan branding produk lokal.
Selain itu, program ini juga melibatkan pendampingan yang bekerja sama dengan BUMDes Sari Barokah dalam pembentukan koperasi digital. Koperasi ini nantinya akan berperan sebagai wadah bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas melalui platform digital yaitu Shopee.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi teori yang membahas dasar-dasar pemasaran digital, diikuti dengan sesi praktik yang melibatkan simulasi penggunaan e-commerce dan media sosial. Para peserta diajarkan cara membuat akun, mengunggah produk, menulis deskripsi yang menarik, serta strategi promosi yang efektif.
Selain itu, mereka juga mendapatkan tips tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan fitur-fitur di platform e-commerce dan media sosial untuk meningkatkan visibilitas produk mereka.
Salah satu peserta, Agus Setiawan, pemilik usaha keripik singkong, mengungkapkan tanggapannya atas pelatihan ini.
“Walaupun sebenarnya materi yang dibawakan oleh mas dan mbak di sini menurut saya pasti terdengar sulit untuk diterapkan, apalagi oleh peserta lain di sini yang mana mayoritas ibu-ibu. Tetapi, saya rasa materi-materi yang dibawakan bagi saya cukup menarik dan semoga dapat meningkatkan ketertarikan kita dalam memulai berjualan secara online” katanya.
Program Wanipiru ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi para pelaku UMKM, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh, para pelaku UMKM di Desa Ngambarsari diharapkan dapat lebih percaya diri dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Mahasiswa KKNT Inovasi IPB berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadopsi teknologi digital dalam mengembangkan ekonomi lokal. Mereka juga berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku UMKM dalam menerapkan strategi pemasaran digital yang telah diajarkan, sehingga keberlanjutan program ini dapat terjamin.
Melalui program Wanipiru, Desa Ngambarsari kini memiliki harapan baru untuk mencapai kemajuan ekonomi yang lebih baik melalui inovasi dan teknologi digital. Para pelaku UMKM yang semula pesimis kini mulai optimis melihat masa depan usaha mereka yang lebih cerah.
Penulis : Naufal Firdaus, Tim KKN-T Inovasi IPB
Editor: Triantotus












Komentar