Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa Prodi S-1 PPKn UNS yang tergabung dalam Kelompok Hibah MBKM Asistensi Mengajar 2025 ID 1341, Vidyaganapati, melaksanakan kegiatan pembelajaran tahap pertama pada 19 April 2025 di MTs Muhammadiyah Tawangsari. Pada tahap ini, kelompok tersebut mengimplementasikan media pembelajaran video animasi menggunakan platform Canva di kelas VII A.
Kurangnya variasi media pembelajaran dan keterbatasan keterampilan guru menjadi latar belakang program ini. “Berdasarkan fakta di lapangan, banyak nilai siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila tergolong rendah, bahkan di bawah KKM. Selain itu, penggunaan media pembelajaran di kelas hanya sebatas PowerPoint saja,” ujar Ibu Dewi Indasari, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila MTs Muhammadiyah Tawangsari.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Kelompok Vidyaganapati merancang program pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis IT dengan tujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pengembangan media ini disusun menggunakan metode ASSURE dan instrumen pendukung, seperti e-Modul Ajar yang mengacu pada materi elemen Bhinneka Tunggal Ika, Fase D, Kurikulum Merdeka.
Pembuatan e-Modul Ajar beserta instrumen pendukung dilakukan selama sekitar dua minggu, sedangkan pengembangan media pembelajaran memakan waktu kurang lebih satu bulan. Empat platform digunakan, yaitu Canva, Assemblr Studio, Genially, dan MilleaLab.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada 19 April 2025 dengan media video animasi berbasis Canva. Tahap kedua dilaksanakan pada 3 Mei 2025 dengan media Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr Studio. Tahap ketiga pada 10 Mei 2025 menggunakan media games interaktif berbasis Genially. Tahap keempat sekaligus penutup dilaksanakan pada 17 Mei 2025 dengan pemanfaatan media Virtual Reality (VR) melalui MilleaLab.
Dengan program ini, diharapkan guru dan siswa dapat terbiasa memanfaatkan media pembelajaran yang lebih bervariasi, menarik, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Selain itu, untuk mendukung peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan dan membuat media pembelajaran, Kelompok Vidyaganapati juga melaksanakan kegiatan workshop pelatihan yang berlangsung selama dua hari.
Melalui program ini, Kelompok Vidyaganapati berupaya mendukung penguatan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dengan menyediakan media dan strategi yang dapat membantu siswa memahami nilai-nilai Pancasila secara lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Diharapkan, inovasi ini dapat menumbuhkan semangat kebangsaan, memperkuat karakter, serta meningkatkan literasi Pancasila di kalangan peserta didik di era digital.












Komentar