QRIS Antarnegara: Revolusi Perdagangan Indonesia di ASEAN

Sistem Pembayaran QRIS Dorong UMKM dan Ekonomi Regional

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Sejak tahun 2022, Bank Sentral Indonesia telah bekolaborasi dengan Malaysia, Filiphina, Singapura, dan Thailand untuk mengembangkan sistem pembayaran QR lintas negara yang lebih cepat, lebih terjangkau, dan lebih inklusif. Sebelumnya, transaksi antarnegara berjalan lambat dengan biaya yang cukup tinggi sebab melibatkan Lembaga perbankan sebagai perantara dalam proses konversi nilai tukar yang kompleks. Misalnya, pengiriman uang antarnegara ASEAN yang membutuhkan waktu beberapa hari dengan biaya mencapai 10%.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para pemimpin pada KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo lalu, telah menegaskan pentingnya menciptakan jaringan pembayaran yang terhubung secara cepat dan efisien sama halnya dengan tujuan Integrasi QR Code, yaitu mewujudkan pembayaran secara langsung dalam mata uang local dengan sekali scan saja. Dengan adanya QRIS Indonesia, transaksi pembayaran hanya perlu memindai QRIS dengan menggunakan aplikasi luar negeri, tanpa harus menukar uang terlebih dahulu. Program QRIS antarnegara telah diluncurkan 2022.

banner 300x250

Implementasi QRIS antarnegara

QRIS (Quick Reaction Code Indonesian Standard) adalah sistem pembayaran digital berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan kini telah diperluas ke tingkat territorial ASEAN untuk memudahkan transaksi lintas negara. Implementasi QRIS antarnegara di ASEAN dilakukan melalui kolaborasi antarnegara ASEAN dalam penerapan QRIS yang juga mencakup standarisasi teknologi, gathering diskusi berkala untuk berbagi praktik terbaik, serta pengembangan program pelatihan bagi lembaga keuangan dan penyedia layanan pembayaran. Lembaga keuangan dan controller berperan penting dalam menjaga keamanan dan keandalan sistem serta membangun kerjasama strategis antarnegara.

Implementasi QRIS antarnegara memberikan manfaat strategis bagi Indonesia dalam sektor keuangan terutama memperkuat posisi ekonomi nasional di kawasan ASEAN. QRIS mendukung visi Indonesia untuk menjadi pusat digitalisasi pembayaran regional dengan mendorong efisiensi, inklusi, dan daya saing lintas sektor. Program QRIS antarnegara dapat mendorong daya saing ekonomi nasional Indonesia di kawasan ASEAN sehingga menjadikan Indonesia sebagai pelopor transformasi digital di sektor pembayaran, serta memperkuat UMKM dan sektor pariwisata dalam kemudahan transaksi. Selain itu, dengana danya QRIS antarnegara maka dapat mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan inklusi keuangan, dengan mengurangi  ketergantungan pada uang tunai dan mendorong adopsi teknologi finansial, serta mendorong efisiensi dan integrasi perdagangan ASEAN, dengan mempermudah transaksi pembayaran antarnegara dengan  mata uang lokal. Dengan begitu maka dapat meningkatkan volume perdagangan Indonesia dan mengurangi kebutuhan penukaran mata uang.

Peran Pemerintahan Indonesia agar QRIS Antarnegara di Kawasan ASEAN segera Diimplementasikan

Untuk mengimplementasikan implementasi QRIS antaranegara di wilayah ASEAN, pemerintah Indonesia berperan strategis dalam kerja sama pada aspek politik, teknologi, diplomatik dan terintegrasi. Tujuannya untuk menciptakan sistem pembayaran silang yang efisien dan aman dalam menggunakan mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan pada valuta asing seperti dolar AS. Adapun peran pemerintah Indonesia dalam mempromosikan implementasi lintas-negara-KRI di ASEAN sebagai berikut.

  1. Menetapkan kebijakan dan standarisasi regulasi

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan tentang QRIS berstandar internasional EMVCo, sehingga kode QR dari negara Indonesia dapat diproses oleh sistem pembayaran internasional. BI juga berkolaborasi dengan Money Authority of Singapur (MAS) untuk menyusun kerangka Local Currency Settlement (LCS) yang dapat melakukan transaksi lintas negara dengan mata uang local.

  1. Diploma ekonomi dan kerja sama antar bank sentral

Indonesia telah bekerja sama dengan Thailand, Singapura, dan Malaysia untuk menandatangani MoU. Dalam forum G20 2022 Indonesia berhasil mengusulkan proyek percontohan QRIS lintas negara sebagai Langkah nyata untuk mengintegrasikan sistem pembayaran di ASEAN.

  1. Insentif, monitoring dan evaluasi

BI menyelenggarakan BI Expo dan merilis laporan triwulan berjudul “Cross-Border Payment Connectivity Report” yang menyajikan data langsung mengenai volume transaksi, tantangan teknis, serta tanggapan pengguna agar dapat mempercepat tercapainya visi transaksi lintas batas yang efisien, terjangkau, dan iklusif di Kawasan ASEAN.

Kemudahan UMKM dalam Melakukan Ekspor Impor dengan Menggunakan QRIS

QRIS memberikan kemudahan dan peluang bagi UMKM dalam ekspor-impor melalui sistem pembayaran internasional yang lebih mudah dan murah. UMKM dapat menerima pembayaran dari pembeli luar negeri langsung ke rekening di Indonesia hanya dengan memindai QR code, mengurangi biaya konversi dan transfer dibandingkan metode lain. Transaksi menjadi cepat dan aman, karena pembeli hanya perlu membayar dalam mata uang mereka, dengan nilai otomatis dikonversi ke rupiah. QRIS juga mendukung UMKM yang belum memiliki infrastruktur ekspor lengkap, ideal bagi pemula yang melakukan ekspor skala kecil melalui media sosial atau marketplace internasional, tanpa memerlukan banyak dokumen tambahan. Beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Korea Selatan sudah mendukung integrasi QRIS, membuka peluang lebih luas bagi UMKM Indonesia untuk ekspor.

Tantangan dan Solusi Terhadap Perdagangan Regional Indonesia

Tantangan

  1. Infrastruktur teknologi dan ketersediaan internet yang tidak merata di ASEAN menjadi kendala dalam integrasi pembayaran digital.
  2. QRIS menghadapi tantangan dari negara besar seperti AS yang khawatir terhadap pengurangan dominasi mereka dalam sistem pembayaran global, memerlukan diplomasi ekonomi untuk menjaga hubungan bilateral.
  3. Risiko serangan siber meningkat dengan transaksi internasional, memerlukan perlindungan canggih terhadap ancaman.
  4. Berbagai regulasi dan kebijakan moneter di negara ASEAN perlu disesuaikan agar sistem pembayaran QRIS dapat berjalan lancar.

Solusi

  1. Implementasi autentikasi ganda dan edukasi keamanan digital untuk mencegah serangan siber.
  2. Penyusunan regulasi bersama oleh bank sentral ASEAN untuk mendukung interoperabilitas sistem pembayaran.
  3. Meningkatkan literasi keuangan dan digital agar masyarakat lebih siap menggunakan sistem pembayaran digital.
  4. Bank Indonesia berperan sebagai koordinator dalam pengembangan QRIS, mengawasi keamanan, dan mempromosikan inklusi keuangan agar integrasi QRIS berjalan lancar.

Penulis: Desti Ayu, Raihanafara Ayu, Jagad Dwi P, Ellena Junila C, Nadynne A
Editor: Tri Wahyudi

Komentar