Pelatihan QRIS di Desa Candirejo: Dorong Ibu-ibu PKK Melek Pembayaran Digital

Mahasiswa KKN Unisri Ajak Warga Duwetan Bertransaksi Non-Tunai

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Transformasi digital kini merambah desa-desa, namun tantangan literasi teknologi masih membayangi masyarakat, terutama di kalangan ibu-ibu rumah tangga. Di Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, anggota PKK Dukuh Duwetan RT.1/RW.1 masih mengandalkan uang tunai untuk arisan, belanja, dan usaha kecil.

Menjawab kebutuhan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Delia Putri Dwi Cahyaningtyas, menggelar “Penyuluhan dan Pelatihan Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS” pada Minggu (3/8/2025) di rumah Ketua PKK setempat, Ibu Rima.Kegiatan ini, yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M., bertujuan membekali 20 anggota PKK dengan pengetahuan dan keterampilan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

banner 300x250
Pelatihan QRIS di Candirejo ajak ibu-ibu PKK melek digital. KKN Unisri dorong transaksi non-tunai untuk arisan dan belanja. (Foto: Dok.)

“Kami ingin ibu-ibu PKK tidak hanya paham, tetapi juga bisa menerapkan pembayaran digital secara mandiri, aman, dan efisien,” ujar Delia. Sesi penyuluhan menghadirkan presentasi interaktif tentang manfaat QRIS, seperti kemudahan transaksi dan keamanan, sementara sesi pelatihan praktik mengajarkan simulasi pembayaran menggunakan aplikasi dompet digital seperti Dana.

Respon peserta sangat positif. Ibu Siti (38), salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mencoba QRIS dan merasa terbantu dengan pelatihan ini. “Dulu takut salah, sekarang jadi tahu caranya bayar pakai ponsel. Lebih cepat dan nggak repot bawa uang,” katanya dengan antusias.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga mendorong kepercayaan diri ibu-ibu PKK untuk mengadopsi teknologi dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, seperti arisan dan belanja kebutuhan rumah tangga. Menurut data Bank Indonesia, penggunaan QRIS di Indonesia telah mencapai lebih dari 30 juta merchant hingga Juli 2025, namun penetrasi di wilayah pedesaan masih rendah karena keterbatasan akses dan pemahaman. Inisiatif seperti pelatihan ini menjadi jembatan untuk menutup kesenjangan tersebut.

Delia berharap peserta dapat berbagi ilmu kepada tetangga, memperluas dampak pelatihan ini. Dengan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi, inisiatif seperti ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat menyentuh lapisan masyarakat terbawah, membawa harapan baru bagi desa yang lebih modern, inklusif, dan sejahtera.

Penulis: Delia Putri Dwi Cahyaningtyas, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M.
Editor: Tri Wahyudi

Komentar