Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) dari Kelompok 62 KKN-PPM Tahun 2025 sukses menyelenggarakan program edukatif bertajuk “Pendidikan Anti Korupsi dengan Menanamkan 9 Nilai Anti Korupsi Melalui Media Interaktif” di MI Muhammadiyah Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, ini melibatkan 67 siswa kelas V yang menyambutnya dengan penuh antusiasme. Program ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dipimpin oleh Dini Pramudita Fatika Sari di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M.

Pagi itu, suasana ceria memenuhi ruang kelas MI Muhammadiyah Candirejo. Kegiatan diawali dengan sosialisasi pendidikan anti korupsi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa KKN Unisri menggunakan pendekatan kreatif, seperti permainan edukatif, diskusi kelompok, dan media visual yang menarik, untuk menyampaikan 9 nilai anti korupsi, yaitu kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, mandiri, sederhana, adil, berani, dan peduli.
Pendekatan ini berhasil membuat siswa aktif berdiskusi dan menjawab pertanyaan dengan semangat. “Seru banget! Aku jadi tahu tentang 9 nilai anti korupsi itu dapat mencegah tindakan korupsi,” ujar Aisyah, salah satu siswi kelas V, dengan wajah berseri. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala MI Muhammadiyah Candirejo dan para guru.
Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unisri yang mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif tetapi juga menyenangkan. Acara ditutup dengan “Tepuk Anti Korupsi,” sebuah aktivitas interaktif yang membantu siswa menghafal 9 nilai anti korupsi dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Pendekatan ini terbukti efektif, karena siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi dan menunjukkan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai tersebut.
Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa KKN lainnya untuk menciptakan program edukatif yang inovatif dan berdampak nyata. Lebih dari sekadar kegiatan KKN, program ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi dapat dimulai dari ruang kelas.
Dengan menanamkan 9 nilai anti korupsi kepada anak-anak, MI Muhammadiyah Candirejo dan mahasiswa Unisri membuktikan bahwa pendidikan karakter adalah langkah awal menuju masyarakat yang bebas dari korupsi. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa upaya kecil di tingkat lokal dapat memberikan kontribusi besar bagi perubahan sosial yang lebih baik.
Penulis: Dini Pramudita Fatika Sari
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M.
Editor: Tri Wahyudi












Komentar