Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Karanganom

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kelompok 29, Marcella Fajar Parsianggita melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Karanganom, Desa Karanganom, Dukuh Jetis.

Kegiatan KKN ini berlangsung selama 40 hari, mulai tanggal 17 Juli hingga 27 Agustus 2025. Kelompok 29 yang beranggotakan 12 mahasiswa menetap di Dukuh Jetis RT 02 RW 04. Salah satu program kerja individu yang dijalankan adalah Sosialisasi Pencegahan Stunting dengan metode ABCDE, yang diikuti oleh 24 kader Posyandu Desa Karanganom.

banner 300x250

Stunting masih menjadi masalah serius yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, kurangnya pemahaman gizi, sanitasi lingkungan yang buruk, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Oleh karena itu, perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan dari masalah gizi tersebut. Program ABCDE yang disosialisasikan mencakup lima langkah utama pencegahan stunting, yaitu:

  • A (Aktif minum tablet tambah darah)
  • B (Bumil periksa kehamilan minimal 6 kali)
  • C (Cukupi konsumsi protein hewani)
  • D (Datang ke Posyandu setiap bulan)
  • E (Eksklusif ASI selama 6 bulan)

Program sosialisasi ini berhasil terlaksana dengan baik pada 23 Juli 2025 bertempat di Kantor Kelurahan Desa Karanganom. Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari para kader Posyandu yang hadir.

Kader Posyandu Desa Karanganom terlibat secara langsung dalam kegiatan ini dan menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti jalannya sosialisasi. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan, tetapi juga aktif bertanya serta berdiskusi mengenai permasalahan gizi dan praktik pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.

Hal ini menunjukkan bahwa isu stunting masih menjadi perhatian penting di tingkat masyarakat, dan adanya peningkatan pemahaman dari kader Posyandu menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat peran mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga memberikan dampak nyata berupa bertambahnya wawasan dan keterampilan kader Posyandu dalam menyampaikan informasi terkait gizi dan kesehatan kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kader mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada ibu-ibu balita maupun ibu hamil di lingkungannya, sehingga pesan pencegahan stunting dapat lebih meluas dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa berharap agar kader Posyandu Desa Karanganom dapat menjadi agen perubahan di masyarakat dalam menyebarkan informasi mengenai gizi dan pencegahan stunting. Keberlanjutan program juga diharapkan dapat didukung oleh pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat secara bersama-sama.

Dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa Unisri berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (*)

Penulis: Marcella Fajar Parsianggita, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Unisri Surakarta

Editor: Suryono

Komentar