Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, mengadakan program “Membangun Generasi yang Kritis, Etis, dan Siap Hadapi Tantangan Informasi di Era Digital” di SMP Negeri 4 Karanganom.
Program sosialisasi dibimbing langsung Fikriana Mahar Rizqi, SIKom, MA, selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipandu oleh Najwa Sabilla Rahmalya bersama tim mahasiswa KKN Unisri.
Kegiatan sosialisasi dirancang untuk meningkatkan literasi digital, pola pikir kritis, dan sikap etis dalam bermedia bagi remaja, khususnya karena mereka sangat dekat dengan dunia online.
Di tengah derasnya arus media sosial, maraknya hoaks, dan perilaku tidak bijak di internet, siswa SMP perlu diberi bekal agar lebih siap menghadapi tantangan tersebut.
Fokus utama program ini adalah membangun siswa yang:
- Kritis: Bisa membedakan informasi asli dan palsu.
- Etis: Menggunakan media digital dengan sopan dan bertanggung jawab.
- Siap: Mampu menghadapi tantangan teknologi di era digital.
Kegiatan ini dimulai dengan tahap persiapan, yaitu melakukan survei kecil-kecilan untuk melihat sejauh mana pemahaman digital siswa kelas VII, ditambah ngobrol dengan wali kelas untuk tahu kebiasaan anak-anak dalam memakai HP/smartphone dan internet.
Dari situ kemudian disusun materi yang lebih simpel dan interaktif tentang literasi digital, etika di dunia maya, dan cara menghindari hoaks. Acara dibuka Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Karanganom yang menekankan betapa pentingnya literasi digital di era sekarang, lalu dilanjutkan oleh ketua tim KKN yang menjelaskan tujuan kegiatan ini biar siswa lebih semangat mengikuti.
Setelah itu masuk ke sesi inti, yaitu pemaparan materi oleh Najwa Sabilla Rahmalya tentang cara membedakan hoaks, bagaimana beretika saat komentar di media sosial, serta dampak positif dan negatif dari penggunaan HP/smartphone.
Supaya suasana tidak tegang dan siswa tetap antusias, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking berupa permainan sederhana yang bikin suasana cair sekaligus melatih kerja sama.
Berlanjut ke sesi sosialisasi dan edukasi, mahasiswa KKN menggunakan metode edutainment dengan campuran diskusi, sharing pengalaman, dan contoh kasus nyata yang dekat dengan kehidupan siswa.
Terakhir, kegiatan ditutup dengan tahap evaluasi melalui kuis ringan, diskusi terbuka tentang kesulitan mereka dalam memilah informasi, dan juga masukan dari guru mengenai perubahan sikap siswa setelah mengikuti program ini.
“Anak muda zaman sekarang nggak cukup hanya jago pakai teknologi, tapi juga harus bijak, kritis, dan beretika. Kalau karakter digital ini sudah dibangun sejak SMP, mereka pasti lebih siap menghadapi dunia yang makin kompleks,” jelas Najwa Sabilla Rahmalya, mahasiswa KKN Unisri Surakarta.
Program ini menjangkau seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Karanganom. Antusiasme terlihat saat mereka berdiskusi soal berita viral di media sosial. Namun, masih ada sebagian siswa yang bingung membedakan opini dengan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
Untuk mengatasi hal itu, dikenalkan metode sederhana “3T: Teliti, Tanyakan, Tunda” sebelum menyebarkan informasi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa SMPN 4 Karanganom bisa tumbuh jadi generasi yang kritis, etis, dan kuat menghadapi banjir informasi digital, serta bisa jadi role model bagi teman-teman dan lingkungan sekitarnya. (*)
Penulis: Najwa Sabilla Rahmalya, mahasiswa KKN Unisri) Surakarta
Editor: Suryono












Komentar