Portalika.com [KLATEN] – Di era persaingan global yang semakin ketat, kemampuan berwirausaha menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda. Namun, kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum dikenalkan pada dunia kewirausahaan sejak dini.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan bertema Entrepreneur Anak Sejak Dini untuk Melatih Jiwa Wirausaha di SD Negeri 2 Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Program ini dilaksanakan pada 28 Juli 2025 dan 1 Agustus 2025 dengan sasaran siswa-siswi kelas V SD. Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini agar anak-anak memiliki sikap kreatif, inovatif, berani mengambil risiko, dan mampu berpikir mandiri.
Melalui pengenalan konsep bisnis sederhana dan praktik langsung, diharapkan peserta dapat memahami bahwa untuk mewujudkan keinginan, diperlukan usaha dan kerja keras.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang pentingnya berwirausaha. Anak-anak diberi pemahaman dasar tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan, manfaat menabung, serta pentingnya mengelola keuangan sederhana.
Setelah sesi materi, peserta diajak untuk mengikuti praktik membuat prakarya sederhana dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. Produk hasil karya ini kemudian diperkenalkan sebagai contoh usaha kecil yang dapat dikembangkan.
Program ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka mengikuti setiap tahap dengan semangat, mulai dari sesi diskusi hingga praktik pembuatan produk. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak untuk menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali limbah plastik dalam pembuatan prakarya.
Pendekatan ini tidak hanya menanamkan jiwa wirausaha, tetapi juga mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan.
Hasil yang dicapai cukup menggembirakan. Anak-anak berhasil membuat media tabungan dari bahan sederhana yang bisa digunakan di rumah atau di sekolah. Selain itu, program ini meningkatkan kreativitas siswa, melatih keterampilan motorik halus, serta menumbuhkan rasa percaya diri ketika mereka mempresentasikan hasil karya.
Guru-guru juga memberikan dukungan penuh karena kegiatan ini dinilai mampu menambah variasi pembelajaran yang lebih interaktif.
“Kami senang bisa belajar cara membuat produk sendiri. Jadi tahu kalau untuk mendapatkan sesuatu harus berusaha,” ujar salah satu peserta.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak. Bagi pihak sekolah, kegiatan ini mempererat komunikasi antara guru, orang tua, dan mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter kemandirian.
Sementara bagi mahasiswa, program ini menjadi pengalaman berharga dalam memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kendala. Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu karena padatnya jadwal sekolah, keterbatasan fasilitas seperti alat peraga jual beli, serta variasi kemampuan siswa dalam memahami konsep yang diberikan.
Namun, dengan kreativitas dan dukungan dari guru serta teman-teman KKN, program ini tetap berjalan lancar dan mencapai tujuannya. Program Entrepreneur Anak Sejak Dini diharapkan dapat berkelanjutan. Mahasiswa merekomendasikan agar pihak sekolah mengintegrasikan materi kewirausahaan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan melibatkan orang tua dalam pendampingan anak-anak di rumah.
Dengan langkah ini, diharapkan lahir generasi mandiri yang tidak hanya siap bersaing di masa depan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain.
Melalui sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat, kegiatan KKN ini menjadi bukti nyata bahwa menanamkan jiwa wirausaha sejak dini adalah investasi penting untuk membentuk generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. (*)
Editor: Suryono












Komentar