Portalika.com [SEMARANG[ – Momen mengharukan mewarnai perjuangan atlet sepatu roda kontingen Kota Solo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) 2026.
Di tengah cedera ankle atau rasa nyeri di pergelangan kaki tak menyurutkan semangat Rotua Raya Juandika, 22, untuk tetap turun di nomor freestyle slide hingga berhasil menyabet medali emas.
Mahasiswa Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tersebut bahkan sulit mempercayai pencapaiannya.
Pasalnya, ia harus berjuang menahan rasa sakit sejak babak kualifikasi, semifinal, hingga final demi mewujudkan targetnya di ajang olahraga tingkat Jateng.
“Hasil [emas] ini sebenarnya perasaan saya tidak bisa berkata-kata. Soalnya saya turun di Porprov ini dalam kondisi cedera ankle, jadi saya cuman berusaha semaksimal mungkin,” ucap Rotua, Rabu, 28 Oktober 2026.
Cedera yang dialami Rotua terjadi dua pekan yang lalu. Saat itu Rotua hendak mengikuti event sepatu roda di Jakarta sebagai bagian dari persiapan menuju ajang Porprov Jateng 2026.
Namun sehari menjelang keberangkatan ke Jakarta, Rotua mengalami cedera angkle ketika melakukan sesi latihan terakhir. Akibat hal itu, dia sempat pesimis mendapatkan medali emas untuk Kota Solo di Porprov Jateng 2026 ini.
“Saya sempat pesimistis, kayak ‘ah, ini bisa nggak ya buat Porprov besok, melihat ankle kayak gini’. Tapi, dukungan orang tua, pelatih, dan orang-orang di sekitar selalu meyakinkan saya. Jadi, saya mengesampingkan rasa sakit ini untuk hari ini,” tuturnya.
Dalam nomor freestyle slide, atlet sepatu roda meluncur dengan kecepatan tinggi sebelum melakukan trik untuk menghentikan laju sepatu roda. Bagi Rotua, nomor tersebut memiliki tantangan tersendiri karena memadukan keterampilan teknik dan keberanian, sekaligus memacu adrenalin.
“Saya pribadi senang di freestyle karena banyak trik-triknya. Seperti kategori slide ini, kita meluncur kencang lalu melakukan trik untuk mengerem. Saya suka adrenalinnya di situ,” imbuhnya.
Kecintaan Rotua terhadap sepatu roda freestyle tumbuh sejak 2016 atau ketika ia masih kelas 6 SD. Awalnya ia membentuk komunitas, lalu berkembang menjadi klub Raptor Surakarta yang menjadi tempatnya menekuni olahraga sepatu roda hingga sekarang.
Rotua secara khusus mempersembahkan medali emas yang diraih untuk kedua orang tuanya. Ia mengakui doa dan dukungan moral mereka selalu menjadi sumber semangat baginya untuk terus berlatih dan mengejar prestasi.
“Emas pertama ini untuk orang tua saya yang selalu mendukung dan membantu lewat doa. Ini Porprov Jateng kedua saya, Porprov di Pati Raya 2023 itu saya hanya berada di urutan keempat,” tukasnya. (Ariyanto)











Komentar