Nadhiroh: Tak Perlu Merasa Paling Benar, Hormatilah Umat Lain

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kelompok 2 KPM 6 Staimas Wonogiri menyelenggarakan seminar moderasi beragama bersama pemerintah desa dan para pemuda Desa Slogoretno, Kabupaten Wonogiri, Rabu, 30 Juli 2025. Dihadiri 31 peserta, seminar ini menghadirkan narasumber dari dosen Prodi KPI Staimas Wonogiri, Nadhiroh, SSosI, MIKom.

Kades Slogoretno, Yusuf Suparmanto, SM menyampaikan bahwasanya agama merupakan hak asasi yang paling asasi. Perbedaan merupakan nilai yang pasti ada dalam kehidupan sosial.

banner 300x250

“Yang terpenting adalah tiap-tiap individu memberikan yang terbaik. Moderasi ini sangat diperlukan dalam rangka membangun SDM yang berakhlakul karimah,” imbuh Suparmanto.

Nadhiroh menyampaikan dalam materinya bahwa jangan sampai karena perbedaan menjadi penyebab perpecahan umat dan masyarakat. Toleransi bukan dimaksudkan mengikuti ajaran umat lain melainkan menghormati.

Dia menuturkan kadang permasalahan tidak hanya muncul karena perbedaan agama. Bahkan di dalam satu agama saja kadang muncul permasalahan. Untuk itu, dia mengajak seluruh yang hadir untuk saling menghargai perbedaan yang ada.

“Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, perilaku yang berpegang pada prinsip-prinsip keseimbangan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan alam menjalankan ajaran agama. Tak perlu merasa paling benar. Hormatilah umat lain. Jadikan perbedaan yang ada sebagai potensi untuk membangun,” kata Nadhiroh.

Mantan jurnalis ini mengemukakan 9 kata kunci moderasi beragama yaitu kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penghormatan kepada tradisi.

Ia menyampaikan firman Allah dalam QS Al Hujurat: 13 yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ketua Kelompok 2 KPM 6, Muslih Rohmadi berharap dengan diadakannya seminar ini, toleransi di antara masyarakat semakin kuat dan tercipta kerukunan umat yang terus harmonis. (Lusiana Rachmawati/*)

Komentar