Casytha Dorong Komunitas Muda Surakarta Jadikan Nilai Kebangsaan sebagai Gaya Hidup

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] — Kota budaya seperti Surakarta tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga arena tumbuhnya kesadaran kebangsaan generasi muda. Dalam konteks itu, Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu atau Casytha, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama komunitas DMC Awesome, belum lama ini.

Casytha mendorong generasi muda untuk menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar wacana normatif.

banner 300x250

Menurutnya, di tengah perkembangan kota yang dinamis seperti Surakarta yang dikenal sebagai ruang tumbuh budaya sekaligus kreativitas anak muda, nilai kebangsaan harus mampu beradaptasi dan hadir dalam keseharian generasi muda.

“Nilai kebangsaan harus terasa dekat. Tidak kaku, tetapi hidup dalam cara kita berpikir, bersikap dan berinteraksi,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Casytha menekankan bahwa Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945,dan Bhineka tunggal Eka, dapat di implementasikan melalui berbagai bentuk ekspresi termasuk kegiatan komunitas, kreativitas hingga ruang interaksi di ruang digital.

Ia menilai komunitas seperti DMC Awesome memilki potensi besar dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi gerakan yang relevan dan mudah diterima oleh kalangan muda.

Diskusi berlangsung terbuka, dengan peserta mengangkat berbagai perspektif terkait bagaimana nilai kebangsaan dapat dihadirkan dalam aktivitas komunitas tanpa kehilangan esensinya.

Casytha juga menyoroti pentingnya kota seperti Surakarta sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Dalam konteks tersebut, nilai kebangsaan dapat diperkuat melalui pelestarian budaya sekaligus inovasi.

Menurutnya, generasi muda perlu mampu menjaga identitas budaya lokal tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Lebih lanjut Casytha mendorong komunitas untuk tidak hanya menjadi ruang berkegiatan tetapi juga menjadi penggerak nilai di tengah masyarakat.

la menegaskan penguatan Empat Pilar tidak harus selalu dilakukan melalui forum formal tetapi bisa tumbuh melalui aktivitas komunitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kebangsaan akan kuat jika hidup di tengah masyarakat, termasuk di ruang-ruang komunitas anak muda,” katanya. (Ariyanto)

Komentar