Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil menciptakan inovasi kuliner yang diberi nama “G-Dol” atau Gandos Dodol, sebuah olahan dodol yang terbuat dari limbah brem.
Inovasi ini merupakan pelaksanaan program multidisiplin KKN di Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, yang merupakan sentra produksi brem di Jawa Tengah.
Tim II KKN Undip 2024 Desa Gebang, terdiri dari Haikal Azka Farzana, Itsnaeni Rohmah, Shifa W Utomo, Febriana Lastrida Sirait. Kemudian Diyah Pramesthi Ningrum, Sarah Rinuntun Utami, Holiena Syahratu dan Kumala Dewi Kusumawati serta Samuel Jeffirio SP.
Brem dalam pandangan tim, merupakan makanan dari air sari fermentasi ketan yang proses pembuatannya menghasilkan limbah yang berupa ampas fermentasi tape atau biasa disebut “Gandos”. Selama ini limbah brem belum dimanfaatkan secara optimal dan biasanya dibuang atau digunakan sebagai pakan ternak, padahal gandos ini masih mengandung nutrisi dan rasa fermentasi khas yang bisa diolah lebih lanjut.
Baca juga: Pendampingan Tata Kelola BUMDes Sesuai PP Nomer 11 Tahun 2021 Oleh KKN Undip
Melihat potensi ini, mahasiswa KKN Undip berinisiatif untuk memanfaatkan limbah brem dengan mengolahnya menjadi bahan tambahan pangan pada makanan dodol. Inovasi ini menciptakan produk baru yang menggabungkan rasa tradisional dodol dengan rasa fermentasi dari limbah sehingga memberikan cita rasa yang unik dan berbeda.
Proses pembuatan G-dol dimulai dengan mengolah limbah brem dengan cara di cuci lalu di kukus untuk menghilangkan kotoran dan bakteri. Kemudian dicampur dengan bahan dasar dodol pada umumnya seperti tepung ketan, gula, dan santan.
Campuran ini dimasak dalam api kecil dan diaduk terus menerus selama kurang lebih 3 jam hingga menghasilkan dodol yang memiliki tekstur kenyal dan berserat dengan rasa asam manis yang khas dari fermentasi brem sehingga berbeda dari dodol pada umumnya.
Program yang dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Agustus 2024 ini mengundang ibu-ibu PKK dan pemilik UMKM Brem untuk melihat tayangan proses pembuatan G-dol serta mencicipi G-Dol yang sebelumnya telah dibuat. Selain memberitahukan cara mengolah limbah brem menjadi G-dol, mahasiswa KKN Undip juga mengajarkan cara pengemasan yang menarik agar produk ini bisa bersaing di pasar.
Inovasi ini mendapat sambutan positif dari audiensi. Kepala Desa Gebang, Kadiman menyatakan sangat mendukung inovasi ini. “Dengan adanya G-Dol, limbah brem yang biasanya hanya dipakai menjadi pakan ternak sekarang bisa diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Ini bisa menciptakan UMKM baru yang saling beriringan dengan UMKM brem di Desa Gebang,” ujarnya.
Keberhasilan mahasiswa KKN Undip dalam menciptakan G-Dol diharapkan dapat membuat masyarakat Desa Gebang mengolah limbah brem menjadi dodol atau inovasi kuliner lain dengan memanfaatkan gandos sehingga menciptakan UMKM baru yang saling bersinergi dengan UMKM brem yang sudah ada sejak lama.
Mahasiswa KKN juga berharap G-Dol dapat menjadi salah satu ikon kuliner dari desa Gebang yang mampu meningkatkan perekonomian desa.
Inovasi G-Dol ini membuktikan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kemauan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, limbah yang dulunya tidak memiliki nilai ekonomis dapat diubah menjadi produk unggulan yang mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Demikian informasi mengenai mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro dalam kegiatan multidisiplin “Pengolahan Limbah Brem Sebagai Bahan Tambahan Pembuatan Dodol. (*)
Penulis: Tim II KKN Undip 2024 Desa Gebang, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri
Editor: Suryono












Komentar