Portalika.com [WONOGIRI] – Dalam upaya melestarikan warisan budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, kelompok 25 mengenalkan teknik pembuatan batik ecoprint kepada peserta didik SDN 2 Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Batik ecoprint adalah teknik pembuatan batik yang ramah lingkungan, menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting sebagai pewarna dan pola pada kain.
Adapun kegiatan program kerja individu ini telah dilaksanakan pada hari Selasa, 30 Juli 2024 di SDN 2 Jatipurno. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan pengenalan batik ecoprint terhadap peserta didik SDN 2 Jatipurno dilakukan Desi Ratna Sari, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan Unisru Surakarta.
Ecoprint sendiri adalah teknik mencetak motif batik dengan menggunakan cetakan atau alat tertentu yang kemudian dikombinasikan dengan teknik batik tulis. Metode ini memungkinkan penciptaan motif yang lebih rumit dan detail, sekaligus menghemat waktu dibandingkan dengan metode batik tradisional.
Dengan mengenalkan teknik ini, sekolah berharap siswa dapat memahami bahwa batik adalah seni yang terus berkembang dan bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Inovasi pembelajaran di Sekolah Dasar pengenalan batik ecoprint di tingkat SD bertujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka, seperti daun-daunan dan bunga yang mudah ditemukan, untuk menciptakan karya seni yang bernilai tinggi.
Antusiasme siswa terhadap kegiatan ini sangat positif. Mereka tampak antusias saat mengumpulkan daun-daunan, menyusun pola, dan melihat hasil akhir batik yang mereka buat sendiri.
Peserta didik mengungkapkan kebahagiaannya setelah berhasil membuat batik ecoprint pertama. “Senang sekali bisa membuat batik sendiri dari daun-daun yang aku ambil di halaman sekolah. Aku jadi tahu cara membuat batik yang tidak merusak alam,” katanya dengan senyum bangga.
Harapan ke depan kegiatan pengenalan batik ecoprint di sekolah dasar ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia. Dengan memperkenalkan batik ecoprint, anak-anak tidak hanya diajarkan tentang seni, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan dan pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa.
Melalui langkah-langkah kecil ini, diharapkan generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi individu yang kreatif, berbudaya, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Inisiatif ini juga membuka peluang untuk menciptakan industri kreatif berbasis lingkungan yang berkelanjutan di masa depan. (Heris)












Komentar